Mulai 2020, bayar tol bakal bisa pakai kartu kredit dan debit

Rabu, 16 Oktober 2019 | 08:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penerapan teknologi Multi Lane Free flow (FLFF) atau sistem pembayaran tol tanpa tapping ditargetkan bakal mulai dilakukan pada 2020 mendatang.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, sistem pembayaran yang tadinya berupa chip based akan digeser menjadi server based. Sehingga harapannya, transaksi di gerbang tol bisa dilakukan lebih cepat.

"Nanti uang elektronik, tapi bentuknya server base. Kalau server base kan bisa melalui kartu maupun handphone. Jadi tinggal lewat aja nanti," ujar Onny di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Onny mengatakan, saat ini pihak Kementeruan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) masih dalam proses menentukan teknologi yang cocok untuk diterapkan dalam MLFF.

"Tapi sekarang ini sudah uji coba kok. Teknologinya masih d?icari yang mana yang terbaik," ujarnya. 

Nantinya, sistem pembayaran berdasarkan server tersebut bakal terhubung pada uang elektronik pengguna yang tersambung dengan kartu debit atau kartu kredit pengguna.

Tujuannya, agar ketika saldo tak mencukupi saat melintasi tol, uang yang ada di kartu kredit atau debit yang nantinya akan terpotong. "Nanti akan terhubung ke kartu debit atau kredit. Jadi kalau saldonya (uang elektronik) kurang, jalan terus," ungkap Onny.

Saat ini pembayaran tol masih menggunakan uang elektronik chip base yang tertanam di kartu prabayar, yakni e-money (Bank Mandiri), Flazz (BCA), Brizzi (BRI), dan Tap Cash (BNI). kbc10

Bagikan artikel ini: