TKI dinilai jadi biang tingginya kredit bermasalah KUR

Rabu, 16 Oktober 2019 | 16:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

"Karena sulitnya pantauan perkembangan kredit debitur TKI yang sudah pergi meninggalkan Indonesia. Dan kalau digabung semua NPL, KUR untuk TKI paling susah ternyata dimonitor kalau TKI sudah berangkat ke negara bekerja," ujar dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, sejak Agustus 2015 - 31 Agustus 2019, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp435,4 triliun untuk 17,5 juta debitur.

Adapun NPL sebesar 1,31%. Jika KUR TKI tidak dihitung, maka kredit macet bisa mencapai angka 0,9%.

"Saya kira ini pertama kali bisa menyalurkan KUR yang lebih baik dari NPL nya seluruh kredit secara nasional," ungkap dia.

Dia mengatakan, hingga Agustus 2019, penyaluran KUR sudah mencapai Rp102 triliun dari target Rp140 triliun.

"Realisasi penyaluran KUR pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Agustus 2019 adalah Rp102 triliun dan diberikan kepada 3,6 juta debitur," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: