Ekspor motor asal Indonesia tumbuh 40%, ini penyebabnya

Kamis, 17 Oktober 2019 | 20:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski pasar sepeda motor di dalam negeri cenderung stagnan, namun ternyata permintaan ekspor tumbuh dengan tajam. Hal ini membuat Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) optimistis jika kinerja ekspor sepeda motor dalam negeri akan tumbuh signifikan di tahun ini.

Berdasarkan data AISI, tercatat penjualan ekspor sepeda motor Indonesia meningkat pesat, dimana sepanjang Januari 2019 - Agustus 2019 mencapai 520.279 unit.

Angka tersebut meningkat 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 369.304 unit. Bahkan penjualan ekspor delapan bulan pertama 2019 ini sudah 83% dari realisasi ekspor tahun lalu yang tercatat 627.421 unit.

Peningkatan juga terjadi jika dibandingkan dengan penjualan ekspor periode sebelumnya yakni Juli 2019 yang hanya mencapai 71.114, sedangkan Agustus 2019 mencapai 81.497 unit. Apakah produsen mulai mengarahkan pasarnya keluar negeri dengan melambatnya permintaan dalam negeri?

Ketua Bidang Komersil AISI, Sigit Kumala mengatakan, pendorong ekspor lantaran permintaan di tingkat global memang bertumbuh. "Harga motor produksi Indonesia juga kompetitif dan memenuhi standar Internasional," ungkapnya, Kamis (17/10/2019).

Sedangkan pasar lokal bagi produsen sendiri tidak akan ditinggalkan, mengingat penjualan ekspor selama ini hanya kisaran 10% dari permintaan dalam negeri yang tiap tahun mencapai 6 juta unit motor. 

Lebih lanjut untuk proyeksi pertumbuhan ekspor menurut Sigit, sampai akhir tahun ini berpeluang tumbuh hingga 35%-40% dibandingkan tahun kemarin.

Adapun jumlah ekspor tahun 2018 kemarin tercatat sebanyak 627.421 unit, artinya dengan target tersebut diperkirakan ekspor tahun ini bakal berkisar 847.018 unit - 878.389 unit.

Sementara itu pada bulan Agustus 2019 saja, ekspor motor utuh atau Completely Built Up (CBU) PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan kontribusi ekspor sebanyak 37% pada bulan tersebut atau 30.342 unit.

General Manager Sales PT Astra Honda Motor (AHM) Ignatius Didi Kwok mengatakan, penerimaan produknya keluar negeri cenderung menguat.

"Kami melihat potensi ekspor terus berkembang karena model-model yang kami produksi sesuai dengan minat di pasar global dan memiliki daya saing yang kuat, terutama di pasar Asia," terangnya.

Mengenai target sampai akhir tahun, Didi bilang perusahaan masih melihat potensi pertumbuhan pasar ekspor dalam dua tahun ke depan. Apakah bisa tumbuh hingga dobel digit, biasanya AHM akan memacu ekspor berdasarkan kebutuhan pasar tersebut.

Sepanjang tahun ini, pada periode delapan bulan pertama 2019, AHM telah mengirimkan 180.422 unit sepeda motor Honda dalam bentuk CBU dan 189.500 set dalam bentuk CKD. Ekspor unit motor dalam bentuk CBU tersebut didistribusikan ke beberapa negara seperti Filipina dan Bangladesh.

Sementara itu, ekspor motor Honda secara terurai (CKD/Completely Knocked Down) memiliki beberapa negara tujuan yaitu Jepang, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Kamboja.

Kontribusi ekspor sepeda motor Honda terbanyak dalam kondisi CBU pada Agustus 2019 saja berasal dari segmen skutik yaitu 28.893 unit, diikuti segmen sport sebanyak 1.329 unit, dan segmen motor bebek 120 unit.

Sedangkan menurut Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Antonius Widiantoro mengakui, pihaknya sudah siap menyuplai pasar ekspor sejak lama. "Karena Yamaha dj Indonesia saat ini menjadi basis produksi beberapa global model," katanya.

Mengenai target, YIMM belum dapat membeberkannya dahulu namun perseroan optimistis bakal meraih penjualan ekspor yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Sedikit gambaran, ekspor motor Yamaha terbilang besar di tahun 2018 saja jumlahnya mencapai 341.240 unit atau sekitar 54% dari total ekspor saat itu. kbc10

Bagikan artikel ini: