Pemda Katingan berminat kembangkan model pertanian bioindustri sawit-sapi

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 07:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bappedalitbang, Dinas Pemberdayaan Desa, Dinas Pertanian Pemda Katingan dan sejumlah Perusahaan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit melakukan studi banding kegiatan pengelolaan limbah kelapa sawit dengan system zero waste.Lokasi kegiatan Model Pertanian Bioindustri Sawit Sapi Spesifik Lokasi Kalimantan Tengah di desa Sumber Makmur, Kabupaten Kotawaringin. 

Kepala Bidang Penelitian Bappedalitbang Kab. Katingan Iwience mengatakan kegiatan kaji banding ini bertujuan menjajaki kegiatan Kerja sama dengan BPTP Kalteng yang telah berhasil mendampingi dan membina kelompok tani di desa Sumber Makmur untuk menerapkan inovasi teknologi integrasi sawit sapi dan pengolahan limbah sawit menjadi pakan ternak dan hasil turunan lainnya. Iwince menyampaikan keinginannya untuk mereplikasi kegiatan Bioindustri ke Kabupaten Katingan, yang memiliki potensi perkebunan sawit yang cukup luas.

Iwience mengatakan, pihaknya mengikutsertakan perusahaan sawit besar di wilayahnya yakni PT MSAL Group, PT Karya Dwi Putra dan PT Mitra Jaya Comoring.Kasie.Kerja sama Pelayanan Teknis BPTP Kalteng Dedy Irwandi menyambut baik studi banding dan usulan kerja sama yang rencananya akan dilakukan pada 2020. 

“Kelompok tani (Poktan) Jaya Makmur pimpinan Paryono yang menjadi petani kooperator kegiatan telah berhasil menerapkan model Pertanian bioindustri sawit dengan menghasilkan produk pakan ternak untuk pembibitan, penggemukan dan pakan konsentrat. Kapasitas produksinya pun mencapai empat ton perharinya," urai Dedy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Dedi menambahkan pemasaran produk pakan tersebut telah merambah ke Pulau Jawa. “Bahkan Bapak Paryono (52 tahun) berhasil memperoleh penghargaan sebagai Petani Berpretasi tingkat Nasional 2019," ucapnya.

Hasil samping limbah kelapa sawit lainnya yang dihasilkan oleh Poktan Jaya Makmur adalah biourine (pupuk cair), pupuk kompos dan pemanfaatan biogass untuk bahan bakar dan penerangan. Kegiatan bioindustri ini juga menunjukkan peningkatan Produktivitas sapi, yang awalnya 8 ekor sekarang menjadi 105 ekor. 

Penambahan berat badan harian dengan pemberian pakan juga menunjukan peningkatan hingga mencapai satu kilogram per harinya.“Keberhasilan dalam mensinergi sumberdaya alam dan peran stakeholder, baik itu Pemda Kotawaringin Timur,  BPTP Kalteng, Perusahaan Sawit, KUD dan kelembagaan Kelompoktani dan penyuluh di Kecamatan Parenggean itulah yang menjadi keinginan Pemda Katingan yang telah didukung beberapa PBS Sawit untuk mengembangkan model Pertanian Bioindustri di wilayahnya," pungkas Iwince.kbc11

Bagikan artikel ini: