Minahasa Utara jadi pionir pengembangan jagung hibrida unggul nasional

Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) berperan mendorong peningkatan produksi jagung melalui sejumlah kegiatan diantaranya pengembangan jagung berbasis korporasi dan demo varietas unggul baru serta kegiatan strategis lainnya untuk menunjang peningkatan produksi jagung nasional.

Gelar varietas/demplot merupakan salah satu kanal yang cukup andal untuk menunjukkan kinerja varietas dan menarik perhatian petani pengguna. Balitbangtan telah menerapkan pola ini untuk memperkenalkan varietas unggul yang telah dihasilkan. 

Balitbangtan bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Minahasa Utara melakukan tanam perdana gelar varietas unggul jagung hibrida nasional. Selain bersifat pengenalan varietas, demplot ini juga dilakukan untuk menunjukkan kinerja aktual varietas jagung Balitbangtan serta menghapus kesan negatif di masyarakat terhadap varietas jagung Balitbangtan.

"Varietas unggul yang di gelar meliputi Nasa 29, JH 37, JH 45 dan Bima 20 URI yang merupakan varietas unggul baru hasil karya peneliti Balitbangtan, Kementerian Pertanian," ujar Kepala Balitsereal Muhammad Azrai dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Asisten II Drs. Allan Mingkod menyambut baik kerjasama antara Balitbangtan dengan Pemerintah daerah Minahasa Utara. Ia menambahkan Kabupaten Minahasa Utara merupakan sentra produksi ternak utama di Provinsi Sulawesi Utara yangmana membutuhkan jagung sebagai sumber pakan dalam jumlah besar. Di sisi lain, petani di Minahasa Utara saat ini sangat bergairah menanam jagung karena harganya tinggi, RP 4500/kg dan waktu panen yang singkat sekitar 100 hari. 

Dengan keberadaan program benih berbasis korporasi di Sulut diharapkan mampu menumbuhkan investasi baru yang akan bersampak pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan, khususnya penangkar benih.

Azrai kembali menjelaska gelar teknologi ini merupakan salah satu upaya Balitbangtan untuk mempercepat proses transfer teknologi kepada petani. Varietas yang diperkenalkan yaitu Nasa 29, JH 37, JH 45 dan Bima 20 merupakan varietas hibrida unggul dengan hasil tinggi. “Varietas unggul Balitbangtan mempunyai penampilan tongkol yang besar serta warna biji kuning kemerahan sehingga disenangi oleh pengusaha ternak unggas untuk produksi telur/daging yang berkualitas," sambung Azrai. 

Demplot varietas ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi jagung di Minahasa Utara serta menghapus keraguan petani terhadap kinerja vub jagung nasional. Gelar teknologi ini dilakukan sekaligus untuk mendukung program perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi di Sulawesi Utara yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih jagung di wilayah sekitarnya..

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara Novly GU menyatakan  Kabupaten Minahasa Utara dikenal sebagai penyanggah utama produksi jagung di Sulawesi Utara. Pengembangan perbenihan berbasis korporasi merupakan jawaban permasalahan perbenihan yang selalu muncul setiap musim tanam di Sulawesi Utara yaitu ketepatan waktu ketersediaan, jumlah, jenis dan mutunya. 

Novly mengharapkan Kabupaten Minahasa Utara dapat menjadi pionir bagi pengembangan jagung hibrida Balitbangtan. Provinsi Sulawesi Utara merupakan penyuplai kebutuhan jagung wilayah Gorontalo, Maluku Utara hingga ke Papua. 

Setiap tahun tak kurang dari 1,2 juta ton jagung dihasilkan dari Provinsi Sulawesi Utara. “Dukungan Balitbangtan dalam penyediaan benih berbasis korporasi akan kami sinkronkan dengan program prioritas kami”pungkasnya.

Di akhir acara Balitsereal menyerahkan bantuan benih jagung hibrida varietas Nasa 29, JH 37 dan JH 45 dengan total sebanyak 3 ton. Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada kelompok tani lingkup Minahasa Utara. Pemda Kabupaten Minahasa Utara berharap kerjasama antara Balitbangtan dengan Pemda terus berlanjut dalam upaya menjadikan Utara Minahasa sebagai lumbung jagung Sulawesi Utara.kbc11

Bagikan artikel ini: