Kebijakan strategis pangan dan gizi bakal diperbarui

Senin, 21 Oktober 2019 | 20:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dewan Ketahanan Pangan tengah menyusun revisi Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi (KPSG). Perpres tersebut akan mendetailkan perihal keterjangkauan pangan. Kebijakan strategis pangan dan gizi saat ini diatur dalam Perpres Nomor 83 Tahun 2017.

Pasal 11 ayat 2 menyebutkan Perpres tersebut berlaku selama 2017-2019. Karenanya, perubahan beleid itu sedang disiapkan sebagai arahan startegis untuk 2020. "Saat ini sedang disiapkan rancangan Perpresnya untuk 2020," kata Kepala Bidang Ketersediaan Pangan Kementerian Pertanian Rachmi Widiriani di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Rachmi menuturkan Perpres juga akan mengatur tentang sistem pangan yang berorientasi konsumen. Selain itu, Perpres juga akan mengatur tentang penanganan limbah makanan terbuang (food loss and waste). Kemudian, aturan juga membahas soal penguatan kelembagaan dan kerja sama antar pihak.

Sebab kebijakan pangan memerlukan sinergi antara Kementerian Pertanian dan kementerian lainnya. Namun dia enggan menjelaskan secara detail tentang beleid tersebut. "Kemarin baru rapat pertama kali," ujar dia.

Menurutnya salah satu permasalahan pangan di Indonesia ialah tingginya limbah makanan terbuang. Berdasarkan data Food Sustainibilty Index 2017 yang dirilis The Economist Intelligence Unit (EIU), Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan limbah makanan terbuang yang terbesar dunia. Sementara, posisi pertama diduduki oleh Arab Saudi.

Adapun limbah makanan itu antara lain berasal dari proses pengolahan, pasca panen, hingga di rumah makan. Adapun, komoditas serealia dan kacang-kacangan mengalami loss di tingkat panen sebesar 9,49%, tingkat pengumpulan 4,81%, dan pengeringan 2,9%. Sementara, tingkat waste di restoran Sunda tercatat menjadi yang tetinggi. "Restoran Sunda menjadi pembuang makanan terbesar dibandingkan restoran lain," ujarnya.

Sedangkan, pembuang makanan terkecil ialah restoran Padang. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan, perempuan dewasa menghasilkan limbah makanan terbesar dibandingkan laki-laki. Kemudian, anak-anak juga turut memberikan andil besar terhadap food waste. kbc11

Bagikan artikel ini: