Pasar potensial, Bank Mandiri genjot KPR milenial dua kali lipat

Selasa, 22 Oktober 2019 | 06:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berambisi menargetkan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) Milenial sebesar Rp 500 miliar pada 2020 mendatang. Angka ini naik dua kali lipat dibanding pencapaian KPR tahun ini.

Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, hingga September 2019 ini, pencapaian kinerja KPR Milenial sebesar Rp 240 miliar.

"Besarnya pasar generasi milenial untuk memiliki rumah memotivasi kami untuk menggandakan target," kata Ignatius, Senin (21/10/2019).

Seksinya pasar milenial yang menjadi target pasar Bank Mandiri, kata Ignatius, adalah generasi yang berusia serentang 21 tahun-35 tahun dengan pendapatan mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 30 juta.

Dari basis data yang dimiliki bank pelat merah ini, jumlah milenial yang menjadi nasabah adalah sebanyak 800.000 orang. Sementara yang sudah memanfaatkan fasilitas KPR Mandiri baru sekitar 200.000 nasabah.

"Sedangkan karyawan milenial dengan mekanisme employment payroll melalui Bank Mandiri lebih kurang 280.000-300.000. Ini yang akan kami utilisasi," tambah Ignatius.

Produk baru Jika menilik pencapaian KPR Milenial per September, porsinya tahun ini baru 5,3 % dari total portofolio KPR Mandiri Rp 45 triliun hingga akhir 2019.

Ini artinya, target 50 % KPR Milenial masih jauh panggang dari api. Namun demikian, Ignatius tetap optimistis target tersebut dapat tercapai dengan sejumlah inovasi.

Di antaranya produk baru KPR yang memungkinkan milenial dengan payroll melalui Bank Mandiri dibebaskan dari kewajiban membayar uang muka atau rasio loan to value sebesar 100%.

Selain itu, suku bunga yang dibebankan pun cukup ringan hanya 6,5% tetap selama tiga tahun untuk hunian yang dibangun oleh pengembang yang telah bekerja sama dengan Bank Mandiri.

"Sementara untuk properti dari pengembang lainnya diberlakukan KPR dengan bunga pasar 7-7,5% fixed tiga tahun," jelas Ignatius.

Tenor pinjaman yang diberlakukan pun lebih fleksibel, yakni mulai 20 tahun hingga maksimal 25 tahun. Panjangnya tenor pinjaman ini meringankan milenial dalam membayar cicilan per bulan dengan nilai lebih kecil. kbc10

Bagikan artikel ini: