Mandiri siapkan produk KPR tanpa DP, ini syaratnya

Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bakal mengeluarkan produk baru untuk kredit pemilikan rumah (KPR) mulai 2 Desember 2019, yakni tanpa down payment (DP) alias uang muka.

Langkah ini untuk menindak lanjuti kebijakan Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan aturan makroprudensial melalui loan to value (LTV). Dengan pelonggaran tersebut, maka uang muka untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kendaraan menjadi lebih murah.

Pada produk baru tersebut, nantinya, karyawan yang payrollnya menggunakan Bank Mandiri akan dibebaskan dari kewajiban membayar uang muka atau rasio loan to value sebesar 100 persen.

“Ya kita siapkan produknya. Produknya, khusus untuk employee payroll di Mandiri, LTV bisa 100 persen. Selama untuk kredit pertama, bisa tanpa DP,” ujar Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Ignatius menambahkan, untuk suku bunganya, juga cukup ringan. Nasabah yang mengikuti program tersebut akan dikenakan suku bunga sebesar 6,5 persen untuk hunian yang dibangun oleh pengembang yang bekerjasama dengan bank plat merah itu

“Kalau untuk developer tertentu 6,5 persen fixed 3 tahun. Untik developer seperti Ciputra,  Metland,” kata Ignatius.

Tenor pinjaman yang diberlakukan pun lebih fleksibel, yakni mulai 20 tahun hingga maksimal 25 tahun. “Kalau developer lainnya (suku bunganya) 7,5 persen fix 3 tahun,” ucap dia.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan ketentuan uang muka (down payment) melalui pelonggaran kebijakan rasio loan to value ( LTV) baik untuk pembiayaan properti maupun kendaraan bermotor.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, penurunan uang muka tersebut masing-masing sebesar 5 persen untuk pembiayaan perumahan dan 5 hingga 10 persen untuk kendaraan bermotor.

"Bank Indonesia melakukan pelonggaran rasio Loan to Value atau Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit pembiayaan properti sebesar 5 persen, dan uang muka untuk kendaraan bermotor pada kisaran 5 persen hingga 10 persen," jelas Perry. kbc10

Bagikan artikel ini: