Terbang tanpa izin, drone bisa sebabkan pesawat jatuh

Rabu, 23 Oktober 2019 | 06:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: AirNav Indonesia menegaskan jika pesawat udara tanpa awak atau drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) yang diterbangkan tanpa izin berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Bahkan drone dapat membuat pesawat atau helikopter jatuh.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Mokhammad Khatim mengatakan, tahun ini saja temuan drone yang mengganggu aktivitas penerbangan meningkat menjadi 8 insiden. Oleh karena itu dia berharap regulasi mengenai penindakan drone ilegal dapat segera terbit.

"Tadi saya sampaikan bahwa tahun lalu kita ada 4 di Cengkareng tahun ini kita naik jadi 8, ada peningkatan. Memang mungkin demmand masyarakat juga banyak sekarang," kata dia dalam acara diskusi bertajuk "Menata Drone di Langit Ibu Pertiwi", di Hotel Morrisey, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Dia menjelaskan, drone yang terbang tanpa izin berpotensi membahayakan sebab pengguna atau pemiliknya tidak dapat dihubungi saat drone memasuki kawasan berbahaya misalnya bandara.

"Dia (drone) ada di kalau dekat di panel kita mau gak mau pesawat kita gorong kita gak akan landing kan, karena bayangkan kalau itu masuk ke engine , atau helikopternya kena tailnya (ekornya) akan jatuh. Jadi kalau ada report dari pilot posisinya dimana sekitaran mana tentu kita menghindarkan," ujarnya.

Oleh karena itu, perizinan saat hendak menerbangkan drone sangat penting. Adapun proses pengajuan izin drone cukup mudah. Airnav akan memberikan rekomendasi kepada kemenhub selaku regulator untuk menerbitkan izin.

"Airnav memberikan asesmen saja, rekomendasi. Kalau izin tetap dari regulator.Kalau (drone) yang ada ke kami, kami tahu harus lapor ke siapa oh drone mu ganggu nih disini, kita komunikasi. Nah ini kan yang kita gak ada identify (drone) yang gak izin," ujarnya.

Kendati demikian, dia mengungkapkan sejauh ini gangguan yang diakibatkan oleh drone belum ada yang sampai taraf membahayakan. Sebab transponder drone terkadang dapat tertangkap oleh radar sehingga dapat terhindarkan.

"Alhamdulillah kan karena kita tahu, pesawat kita hindarkan karena ada reportnya. Kalau dia ada transpondernya dia tertangkap radar kami," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: