Surabaya tuan rumah Piala Dunia U-20, DPRD: Membanggakan!

Kamis, 24 Oktober 2019 | 17:41 WIB ET
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

SURABAYA – Indonesia telah terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada 2021. Salah satu kota yang menjadi tuan rumah adalah Surabaya. Keputusan ini disampaikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam Council Meeting di Shanghai,  Tiongkok, Kamis (24/10/2019).

Keputusan itu disambut antusias Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono. Politisi PDI Perjuangan itu menilai, dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, akan banyak keuntungan yang didapatkan oleh Surabaya, baik dari sisi promosi, sosial-budaya, maupun ekonomi.

”Ini kabar membanggakan! Oleh karena itu, DPRD Surabaya bersama Walikota Tri Rismaharini bersepakat mengalokasikan dana perbaikan infrastruktur olahraga dan aksesabilitasnya. Di Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sudah disepakati anggaran untuk menyukseskan mega event yang bakal membawa nama Surabaya semakin harum di dunia internasional tersebut,” ujar Adi kepada wartawan, Kamis (24/10/2019).

Di antaranya adalah perbaikan lapangan Stadion Gelora 10 November dan Lapangan Karanggayam Rp 25 miliar. Dua lapangan itu bakal menjadi tempat latihan timnas dari berbagai negara yang datang ke Surabaya. Lalu ada perbaikan akses jalan ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan perbaikan Stadion GBT masing-masing Rp40 miliar dan Rp30 miliar. Stadion GBT akan menjadi venue pertandingan.  

”Juga akan dibikin single seat untuk VIP class di Stadion GBT, anggarannya sekitar Rp5,5 miliar, sehingga Stadion GBT menjadi lebih keren mirip stadion klub-klub Liga Inggris,” ujarnya.

Adi menerangkan, ada banyak manfaat yang diperoleh Surabaya dari hajatan sepak bola dunia tersebut. Dari sisi ekonomi, perbaikan infrastruktur olahraga dan aksesabilitasnya bakal membuka lapangan kerja baru. 

”Piala Dunia U-20 bakal menyedot wisatawan mancanegara, baik para pemain, ofisial, panitia FIFA, media asing, dan yang pasti suporter luar negeri datang berduyun-duyun ke Surabaya. Ini menggerakkan perekonomian, karena mereka membutuhkan transportasi, makanan-minuman, oleh-oleh, dan berbagai kebutuhan ekonomi lainnya yang melibatkan pelaku ekonomi lokal Surabaya” ujar Adi.

Dampak ekonomi lainnya adalah tumbuhnya sektor bisnis baru. Adi yakin ada bisnis baru tumbuh menyambut event itu. Di kawasan venue pertandingan dan tempat latihan bakal semakin ramai, terlebih akses jalannya sudah diperbaiki, sehingga menstimulus hadirnya bisnis baru. 

”Karena itu, Pemkot Surabaya perlu menyiapkan program pendukung mengasah kewirausahaan warga di sekitar lokasi agar bisa menangkap momen potensial ini,” jelas politisi mantan jurnalis tersebut.

Adi menambahkan, Piala Dunia U-20 juga bermanfaat membuka jejaring anak-anak muda Surabaya dengan dunia internasional. Menjelang dan saat pergelaran tersebut berlangsung, butuh relawan yang datang dari anak-anak muda sebagai pendukung kegiatan. FIFA dan PSSI biasanya akan melakukan rekrutmen relawan.

”Itu kesempatan emas yang tak akan didapat oleh anak-anak muda Surabaya dari jalur sekolah formal. Mereka bisa melihat bagaimana event dikelola dengan standar global, melihat profesionalisme kelas dunia, mengasah kemampuan bahasa asing, belajar sportivitas dari pemain sepak bola dunia. Itu bisa ikut membentuk karakter anak muda Surabaya menjadi lebih berdaya saing global,” paparnya.

“Tentu dari sisi prestasi, kerinduan kejayaan Timnas Indonesia semoga bisa terjawab dan itu bakal membuat Bonek bersuka cita,” pungkas Adi.

Bagikan artikel ini: