Tanggulangi peredaran obat ilegal, BPOM gandeng negara lain

Senin, 28 Oktober 2019 | 06:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penanganan obat ilegal, substandar, dan palsu terus menjadi perhatian dunia. Risiko peredarannya pun semakin marak karena meluasnya perdagangan online.

Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) pun berjanji bakal terus menanggulangi peredaran obat ilegal.

Salah satu caranya adalah dengan bekerjasama dengan negara lain, dengan menghadiri pertemuan Member States Mechanism on Substandard and Falsified Medical Products (MSM-SFMP) ke-8 di Markas Besar WHO di Jenewa, Swiss.

"Dengan MSM-SFMP kita berkolaborasi untuk mengatasi peredaran obat substandar dan palsu yang melibatkan sejumlah negara," kata Kepala Badan POM, Penny K Lukito dalam siaran pers, Minggu (27/10/2019).

Penny berujar, dalam forum itu nantinya akan dibangun sistem atau strategi yang meliputi upaya pencegahan (prevention), pelaporan deteksi (detection), dan respon cepat (responsive) untuk mengurangi peredaran obat substandar dan palsu.

Penny menjelaskan, BPOM memang telah serius menangani masalah ini agar masyarakat mampu mendapat akses obat yang aman. Dia bilang, upaya itu telah sejalan dengan program nawacita.

Badan POM juga melakukan kerja sama dengan WHO dalam pilot project pelaporan obat ilegal melalui aplikasi di smartphone.

Pilot project yang melibatkan 129 tenaga kesehatan dari 62 fasilitas kesehatan tersebut ditemui produk obat substandar selama 6 bulan pilot project..kbc10

Bagikan artikel ini: