Kurangi konsumsi BBM, Pelindo III mulai gunakan energi listrik untuk layani kapal

Senin, 28 Oktober 2019 | 16:48 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) / Pelindo III terus berupaya menekan biaya logistik agar daya saing produk nasional meningkat dengan salah satu cara yaitu pemasangan shore connection di semua wilayah pelabuhan di bawah pengelolaan Pelindo III. 

Shore connection adalah  jaringan listrik dari darat yang dipasang di dermaga dipergunakan  untuk kapal yang bersandar di pelabuhan. Fasilitas ini digunakan untuk menggantikan sumber energi kapal yang sebelumnya menggunakan mesin kapal berbahan bakar minyak menjadi sumber energi listrik.

“Hari ini kami menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama PLN untuk pemanfaatan surplus energi listrik PLN untuk kami pergunakan melalui shore connection, ini adalah bentuk sinergi BUMN, salah satu upaya untuk menekan biaya logistik untuk menaikkan daya saing logistik,” ujar Doso Agung, Direktur Utama Pelindo III, SURABAYA, Senin (28/10/2019).

Dengan memanfaatkan shore connection, maka otomatis kebutuhan BBM kapal akan berkurang saat sandar di pelabuhan. Selain itu, pelindo juga tengah melakukan penjajakan untuk menggunakan shore connection di pelabuhan  dan Terminal  Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Dengan menggunakan energi listrik untuk kapal tersebut terbukti dapat memberikan tingkat efisiensi atau penghematan untuk kapal sebesar 30 persen hingga 40 persen. Penggunaan energi listrik juga terbukti mampu mempercepat kegiatan bongkar muat yang menggunakan crane kapal dari semula 4-5 hari kini menjadi 3-4 hari saja. Selain itu, inovasi tersebut juga mendukung program pemerintah terkait pengurangan polusi udara dan polusi suara di Kawasan pelabuhan.

“Dari 35 titik shore connection yang terpasang di 13 lokasi pelabuhan dan terminal  di wilayah Pelindo III kami sudah siap investasi senilai Rp 70 Miliar dan  memerlukan daya listrik total 49.569 kilovolt ampere (kVA), dan saya melihat ada potensi yang sangat bagus untuk memanfaatkan surplus energi listrik PLN maka saya harap dari MoU ini, segera ke depan dapat dilakukan percepatan-percepatan untuk pemenuhan kebutuhan shore connection di beberapa terminal dan pelabuhan,” terang Doso.

Ditemui terpisah, Capt. Ronald C. Schouten, Kepala Cabang PT Temas Line Surabaya sebagai salah satu pelanggan Shore Connection mengungkapkan Shore connection untuk listrik kapal container di wilayah Pelindo III khususnya di Terminal Berlian dan TTL dapat dirasakan efisiensi dari segi biaya. Pada ada saat sandar misalnya, dapat mengurangi konsumsi bbm dengan menggunakan listrik dari darat untuk beroperasi dimana tarif penggunaan listrik lebih murah serta stock untuk BBM juga dapat berlangsung lebih lama.

“Kami juga dapat memanfaatkan waktu sandar tersebut untuk melakukan maintenance dimana pada umumnya mesin kapal kami tidak pernah berhenti beroperasi. Sebagai perusahaan pelayaran, banyak manfaat dari terobosan ini yg dapat kami rasakan. Harapan kami fasilitas shore connection ini dapat dikembangkan ke seluruh pelabuhan di Indonesia," tambahnya.

Kunjungan kapal pada triwulan tiga tahun 2019 dalam satuan Gross Tonnage (GT) juga menunjukkan kenaikan yang signifikan. Tercatat arus kunjungan kapal mengalami peningkatan sebesar 15  persen yang terealisasi sebesar  224.134.856 GT dibanding periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar 195.520.410 GT. Sedangkan dalam satuan unit arus kunjungan kapal mengalami peningkatan sebesar  21 persen tercatat di tahun 2019 sebesar 57.151 unit dibanding dengan periode yang sama tahun 2018 tercatat sebesar 47.178 unit. kbc6

Bagikan artikel ini: