Bantu pengusaha pahami jual beli versi Islam, empat lembaga ini gelar Sekolah Muamalah

Senin, 28 Oktober 2019 | 17:31 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meningkatnya kesadaran umat Islam untuk bekerja dan beraktifitas sesuai dengan ajaran Islam menular pada para pengusaha di tanah air. Banyak diantara mereka yang ingin memperbaiki konsep bisnisnya menjadi lebih Islami.

"Untuk membantu mereka, para pengusaha yang ingin hijrah inilah akhirnya kami bersepakat untuk menggelar Sekolah Muamalah, semacam kuliah singkat yang mengajarkan tentang bagaimana cara bertransaksi, berjual beli dan bekerjasama sesuai ajaran Islam," kata Direktur PT Kapita Ventura Indonesia, De Laguna Latanri Putera di Surabaya, Senin (28/10/2019).

Dalam pelaksanaannya, PT Kapita Ventura Indonesia berkolaborasi dengan tiga lembaga lain, yaitu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya dan Sekolah Muamalah. Acara akan digelar di Hotel Swiss Bell Inn Manyar Surabaya pada 4 - 6 November 2019 dengan investasi sebesar Rp 3 juta per peserta.

Menurutnya, hijrah dalam berbisnis ini menjadi salah satu langkah untuk membersihkan harta yang dihasilkan. "Supaya rejeki yang mereka dapatkan itu halal dan sesuai dengan syariat Islam," tegasnya.

Meski kelihatannya mudah, perubahan konsep berbisnis ini sebenarnya tidak mudah. Karena pengusaha dituntut paham tentang berbagai aturan bermuamalah atau jual beli dalam Islam, mulai dari konsep jual beli secara Islam itu seperti apa, dan apa saja yang harus dilakukan.

"Karena bermuamalah secara Islami itu harus paham dari mana sumber dananya, akadnya seperti apa dan transaksinya seperti apa. Padahal biasanya pengusaha itu maunya instan dan cepat dapat untung. Selain itu, mereka juga harus memastikan apakah akadnya itu benar dan tidak merugikan orang lain atau sebaliknya," tegas De Laguna.

Adapun beberapa materi yang diberikan diantaranya adalah jual beli dalam Islam, tentang syariat dan ketentuannya serta jenis-jenis jual beli yang diperbolehkan atau tidak. Selain itu peserta juga dipahamkan tentang riba dan bentuk-bentuknya, penipuan dan hukumnya serta tentang akad pemesanan dan kerjasama.kbc6

Bagikan artikel ini: