Tahun depan, Sari Roti siap operasikan dua pabrik baru

Jum'at, 1 November 2019 | 07:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menargetkan bisa mengoperasikan dua pabrik barunya yang berlokasi di Banjarmasin dan Pekanbaru pada paruh kedua tahun depan.

Saat ini, perseroan sudah memulai pekerjaan konstruksi pembangunan kedua pabrik baru tersebut. “Hari ini kita sudah mulai untuk pengerjaan tanahnya pak, pemadatan tanah dan lain-lain, groundbreaking diharapkan tahun ini,” ujar Head Investor & Public Relations PT Nippon Indosari Corporindo Tbk, Hadi Susilo pada acara Paparan Publik PT Nippon Indosari Corporindo Tbk, Kamis (31/10/2019).

Menurut Hadi, Kalimantan dan Sumatera memiliki potensi yang besar bagi penjualan perseroan lantaran memiliki permintaan tinggi. Pasalnya, penjualan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk di wilayah Timur dan Barat yang didominasi oleh penjualan di Kalimantan dan Sumatera mencatatkan pertumbuhan yang cukup pesat pada beberapa waktu belakangan.

Sepanjang Januari - September tahun lalu, penjualan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk di wilayah timur dan barat tercatat sebesar Rp 696 miliar. Namun demikian, angka tersebut selanjutnya melonjak sekitar 34% menjadi Rp 930 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Selain itu, kehadiran pabrik baru di Banjarmasin dan Pekanbaru diharapkan semakin mempermudah proses distribusi produk-produk Sari Roti di kedua daerah tersebut.

Sayangnya, Hadi enggan membeberkan berapa kapasitas produksi dari kedua pabrik yang akan dibangun. “Tidak bisa disclose karena termasuk rencana strategis kita,” jelas Hadi.

Hadi tidak menyebutkan secara spesifik berapa proyeksi nilai investasi yang dibutuhkan oleh perseroan untuk membangun kedua pabrik tersebut. Namun demikian, ia mengatakan bahwa pembangunan kedua pabrik tersebut akan memanfaatkan sebagian besar anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan yang diperkirakan sebesar Rp 400 miliar.

Asal tahu saja, dana yang digunakan dalam capex bersumber dari sisa dana yang berhasil dikumpulkan oleh perseroan melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right isssue pada November 2017 lalu.

Untuk diketahui, sebelumnya, Sari Roti memang berencana menggunakan dana rights issue untuk membangun empat hingga enam pabrik baru. Dari total dana rights issue sebanyak Rp 1,43 triliun yang terkumpul, perseroan telah menyerap sebanyak Rp 880 miliar per September 2019 untuk keperluan membangun pabrik.

Dalam realisasi penggunaan dana rights issue sebesar Rp 880 miliar tersebut, sebanyak Rp 400 miliar di antaranya telah digunakan untuk keperluan pembangunan pabrik di Batam pada tahun 2018.

Sementara itu, sebanyak Rp 460 miliar - Rp 480 miliar sisanya telah digunakan untuk membiayai penyelesaian dua pabrik baru di Gresik dan Balikpapan pada bulan Mei dan Juni 2019 tahun lalu.

Apabila dihitung-hitung, saat ini Sari Roti telah memiliki sebanyak 13 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia dan 1 pabrik di Filipina per September 2019.

Adapun total kapasitas produksi yang dimiliki mencapai 5 juta roti per hari, meningkat sekitar 12% secara tahunan (year-on-year/yoy) pasca beroperasinya pabrik di Gresik dan Balikpapan pada Mei dan Juni 2019 lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: