Ini empat hal baru yang dapat ditemui di Festival Ekonomi Syariah Indonesia 2019

Jum'at, 1 November 2019 | 14:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 kembali digelar di Surabaya. Kegiatan tahunan berskala nasional yang diprakarsai oleh Bank Indonesia ini telah memasuki tahun keenamnya. 

Mengambil tema "Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia ", kegiatan Fesyar Indonesia 201 9 akan berlangsung pada tanggal 6-9 November 2019 di Grand City Convention Hall & Exhibition Center Surabaya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah mengatakan bahwa helaran Fesyar Indonesia ini terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair. Sharia Forum merupakan rangkaian kegiatan seminar, workshop dan diskusi ekonomi syariah tingkat nasional, sedangkan Sharia Fair menghadirkan showcase produk ekonomi dan keuangan syariah yang mencakup halal services, moslem fashion, halal food, halal travel, integrated farming, serta yang ditopang dengan talkshow dengan tokoh-tokoh inspiratif di bidang ekonomi dan keuangan syariah. 

Selain itu, sharia Fair juga mengangkat potret keberhasilan pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi. Fesyar Indonesia yang diselenggarakan di Surabaya ini merupakan puncak dari penyelenggaraan Fesyar yang telah diselenggarakan sebelumnya di wilayah Sumatera (Palembang), KTI (Banjarmasin). 

"Fesyar Indonesia 2019 menekankan ekonomi syariah yang lebih konkrit dengan menghadirkan business matching antara industri keuangan dan pengusaha, selain terus menjadi ajang edukasi ekonomi syariah di Jawa Timur" tutur Difi A. Johansyah, pada kegiatan BI Bareng Media, Kamis (31/10/201 9) malam.

Sejalan dengan tema dan tujuan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim bekerjasama dengan instansi terkait memprakarsai sejumlah inisiatif terkait model bisnis pesantren, model bisnis ZISWAF, sertifikasi halal dan menembus pasar global bagi UMKM.

"Ada empat hal yang baru dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah 2019. Pertama, mengintensifkan pemasangan QRIS di rumah ibadah sebagai upaya Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam mendukung kebijakan BI di bidang Sistem Pembayaran," katanya.

Hal baru kedua adalah sinergi BI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong program One Pesantren One Product (OPOP). Dalam hal ini, BI telah memiliki study komoditi unggulan, misal kabupaten Tuban dan banyuwangi. Dari sana bisa dipilih, produk mana yang ingin dikembangkan.  Selain itu, BI juga akan berikan bimbingan  teknis dan pendampingan. 

"Berapa  Pondok Pesantren yang sudah memiliki produk unggulan kita support. Misal Sidogiri punya keunggulan Air mineral dengan merek Santri,. Pondok pesantren di Lamongan punya keunggulan komoditas. Mereka-mereka ini nantinya yang akan kita dipertemukan sehingga saling kenal dan memacu perkembangan bisnisnya," tambahnya.

Hal baru ketiga adalah showcase museum Artha Suaka dengan koleksi numismatik yang menggambarkan masuknya islam di nusantara khususnya di Pulau Jawa. "Denganembawa museum uang Artha Suaka ke Fesyar 2019, masyarakat akhirnya bisa mempelajari uang pada waktu masuknya Islam ke tanah Jawa," tandas Difi.

Dan keempat, adalah dukungan BI kepada industri kreatif dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memamerkan berbagai produk mereka yang selama ini telah sukses dijual secara online.  Menurut Difi, peminat booth Fesyar terus meningkat dari tahun ke tahun dan tentunya pada tahun ini peserta booth akan  lebih banyak diisi oleh merchant atau pengusaha online yang telah diseleksi terlebih dahulu.

Tidak kalah menarik, pada perhelatan Fesyar Indonesia 2019 juga akan menjadi ajang pertemanan banyak lembaga dan pengusaha dalam konsep business matching. Business matching ini ada beberapa klasifikasi, asa business marching antara bank dengan nasabah, UMKM dengan UMKM, UMKM dengan masyarakat, pondok pesantren dengan pondok pesantren dan pondok pesantren dengan masyarakat. Adapun target transaksi pada Fesyar Indonesia 2019 di Surabaya kali ini sekitar Rp 2,86 triliun.

"Kami mengundang masyarakat Jawa Timur untuk turut serta meramaikan kegiatan Fesyar Indonesia 201 9. Kami juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mendaftar untuk dapat mengetahui cara mendapatkan sertifikasi halal UMKM dan menembus pasar global, inovasi keuangan syariah ataupun konsultasi bisnis atau UMKM untuk datang ke Fesyar Indonesia 201 9 pada tanggal 6-9 November 201 9 di Grand City Surabaya,” pungkas Difi. kbc6

Bagikan artikel ini: