Aktivitas fisik tingkatkan daya tahan tubuh anak

Minggu, 3 November 2019 | 06:43 WIB ET

SURABAYA - Membiasakan anak-anak untuk beraktivitas fisik akan memberikan 

manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini karena, aktivitas fisik dapat meningkatkan kekebalan tubuh yang berfungsi untuk menangkal beragam penyakit. World Health Organization merekomendasikan agar anak berusia 5-17 tahun beraktivitas fisik minimal 60 menit dalam sehari dan tiga kali dalam seminggu.

Demikian topik yang mengemuka dalam acara Press Conference "Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Stimulus Daya Tahan Tubuh Anak Bersama STIMUNO" di STIMUNO Timo Land, Tunjungan Plaza, Surabaya, Sabtu, 2 November 2019.

Menurut pakar tumbuh kembang anak dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), dalam ilmu kedokteran anak, daya tahan tubuh merupakan salah satu pilar terpenting untuk membentuk tumbuh kembang anak dan perkembangan otak yang optimal. Bila daya tahan tubuh anak mengalami gangguan maka akan mengancam proses tumbuh kembang dan perkembangan otaknya juga.

“Untuk mencapai daya tahan tubuh yang maksimal agar anak-anak bertumbuh sehat, salah satunya melalui aktivitas fisik dengan pola yang menyesuaikan umurnya. Tetapi secara umum, aktivitas fisik pada anak-anak usia 5-17 tahun, sebaiknya difokuskan pada tiga hal yakni aerobik, penguatan otot, dan penguatan tulang,” katanya.

Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini menyontohkan, kegiatan aerobik adalah berlari, melompat-lompat, dan menari. Aktivitas aerobik ini dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Sementara aktivitas untuk kekuatan otot ada pada permainan dengan menggunakan alat bermain, tarik-menarik, dan memanjat pohon. Sedangkan olahraga untuk kekuatan tulang biasanya berasal dari kegiatan tumbukan seperti berlari, lompat tali, olahraga basket, dan tenis. 

“Jika kita berbicara tentang pentingnya aktivitas fisik, anak-anak zaman sekarang sangat memerlukannya. Selain karena pola hidup yang membuat anak malas bergerak, misalnya lebih banyak di depan TV atau bermain gadget, faktor polusi yang semakin meningkat membuat tubuh anak membutuhkan daya tahan tubuh yang lebih kuat dan prima,” kata Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K).

Untuk mendorong anak menjalani aktivitas fisik yang optimal agar terjaga kesehatannya, Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), menyarankan untuk menjadikannya sebagai gaya hidup.

“Sediakan banyak kegiatan menarik yang merangsang aktivitas fisik anak, penyediaan taman bermain seperti banyak tersedia di Surabaya itu sudah bagus. Bahkan untukmengoptimalkannya, sekolah harus memasukkan dalam kurikulumtentang durasi dan frekuensi beraktivitas fisik,” jelasnya. 

 

Sejalan dengan hal tersebut, Sales & Marketing Director of Consumer Health Dexa PT Dexa Medica Andrew Sulistya mengatakan, Dexa Group sebagai perusahaan farmasi memiliki peranan penting mendukung ekosistem hidup sehat untuk anak-anak Indonesia melalui aktivitas fisiknya.

“Kami hadir melalui Timo Land School to School. Dalam program tersebut, sebanyak 838 sekolah dasar di 30 kota di seluruh Indonesia, berpartisipasi dalam program kegiatan tim Marketing Dexa Group ini. Sementara STIMUNO Timo Land hadir di pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Untuk kompetisi aktivitas anak-anak di STIMUNO Timo Land yang diselenggarakan di Tunjungan Plaza Surabaya, diikuti sekitar 120 kelompok anak-anak dari sekolah dasar di wilayah Surabaya,Sidoarjo, dan sekitarnya,” kata Andrew.

Dua kategori yang dikompetisikan dalam Timo Land School to School ini adalah seni dan olahraga. Untuk kategori seni meliputi tari tradisional, tari modern, dan vocal group, sedangkan kategori olahraga meliputi free style ball, seni bela diri, dan hula hoop. 

“Para pemenang dari kompetisi di masing-masing sekolah yang ada di area Jakarta, Bandung, dan Surabaya berhak mengikuti final di wahana STIMUNO Timo Land. Venue STIMUNO Timo Land merupakan wahana bermain anak-anak yang ada di pusat perbelanjaan. Di wahana ini, anak-anak dapat melakukan aktivitas fisik yang seru dan menyenangkan,” jelas Andrew.

Program Timo Land School to School yang digelar di hampir di seluruh kota di Indonesia ini diharapkan dapat mendorong pola hidup sehat anak-anak melalui aktivitas fisiknya. "Aktivitas fisik mendorong daya tahan tubuh anak. Namun untuk mengoptimalkannya diperlukan immunomodulator seperti STIMUNO yang memiliki berbagai keunggulan," ujarnya.

Head of Corporate Communications Sonny Himawan menjelaskan STIMUNO adalah salah satu dari produk obat modern asli Indonesia (OMAI). Saat ini, pemerintah mendorong percepatan pengembangan obat bahan alam menjadi Fitofarmaka. Dexa Group sebagai perusahaan Farmasi Nasional berkomitmen untuk mengimplementasikan kebijakan pemerintah tersebut melalui penciptaan dan pengembangan obat-obatan berbahan baku dalam negeri melalui produksi Fitofarmaka. 

“Indonesia memiliki ribuan bahan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk mengurangi impor bahan baku,” kata Sonny Himawan. Saat ini, dari 26 Fitofarmaka di Indonesia, Dexa Group telah mengantongi 18 OMAI berstatus Fitofarmaka, termasuk STIMUNO. Melalui obat-obatan Fitofarmaka, diharapkan Indonesia semakin mandiri dalam produksi obat nasional. kbc2

Bagikan artikel ini: