BRI berharap kuota FLPP naik jadi 10 ribu unit di tahun depan

Selasa, 5 November 2019 | 08:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengajukan tambahan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan kuota sebesar 10.000 unit rumah untuk tahun depan. Angka ini lebih besar dari alokasi FLPP tahun ini sekitar 3.000 unit.

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani mengatakan, usulan ini sudah diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jika disetujui, maka pihaknya akan diundang untuk menandatangani Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) oleh Kementerian PUPR.

"Tahun depan kami ajuin sekitar 10.000-an lah," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Menurut Handayani, alokasi untuk penyaluran KPR dengan skema FLPP diharapkan bisa menutupi kekurangan yang terjadi pada tahun ini. Pasalnya, alokasi FLPP tahun ini sudah dihabiskan oleh Bank BRI hanya dalam waktu setengah tahun saja.

"Harus tahun depan harus masuk ke APBN juga," ucapnya.

Karena alokasi yang habis, bahkan Bank BRI harus minta alokasi tambahan kepada Kementerian PUPR. Bank BRI pun mendapatkan alokasi 394 unit karena kinerja penyaluran yang moncer.

"Kan sudah dikasih alokasinya. Sudah PKOnya," ucapnya.

Posisi saat ini,  lanjut Handayani, penyaluran FLPP tambahan bahkan sudah habis. Hal ini membuktikan jika pasar rumah subsidi sangat besar.

"Sudah, sudah habis tambahan FLPP nya," kata Handayani. kbc10

Bagikan artikel ini: