HUT ke-7, Morula IVF kampanyekan You are Not Alone

Selasa, 5 November 2019 | 08:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Memperingati HUT ke-7, Morula IV F melakukan kampanye "You are Not Alone". Saat ini penyebab ketidaksuburan pada pasangan usia subur di Indonesia disebabkan banyak faktor. Data dari Morula IVF Surabaya menunjukkan faktor pria dan wanita sama-sama menyumbang 30 persen dari penyebab infertilitas pasangan usia subur.

Penyebab lainnya sebanyak 10 persen adalah kombinasi dari keduanya, 25 persen tidak diketahui penyebabnya dan 5 persen karena faktor lain-lain.

Data tersebut menunjukkan bahwa penyebab infertilitas tidak hanya dari sisi perempuan. "Namun, stigma di masyarakat luas justru masih banyak yang menyalahkan perempuan (istri) ketika tidak segera hamil. Hal ini menyebabkan istri akan merasa rendah diri ketika bertemu dengan orang lain bahkan banyak juga yang menyebabkan gangguan komunikasi antara pasangan suami istri yang dapat berujung pada perpisahan," kata Direktur Morula IVF Surabaya, dr Amang Surya Priyanto, Minggu (3/11/2019) di Hotel Mercure Surabaya. 

Amang mengatakan, masyarakat perlu mengetahui bahwa sebenarnya faktor pria dan perempuan memiliki proporsi sama sebagai penyebab ketidaksuburan. "Dalam usaha untuk mewujudkan impian memiliki buah hati, baik suami maupun istri memiliki peran yang sama besar," tegas dr Amang.

Dengan adanya pengetahuan ini diharapkan perempuan tidak malu lagi berkomunikasi dengan pasangannya apabila memiliki masalah yang terkait kesuburan. Bagi pria juga diharapkan mendampingi dan mendukung istri dalam usaha mendapatkan buah hati. Termasuk berkunjung ke klinik fertilitas dan memeriksakan kondisi spermanya.

Dikatakan Amang, dengan berkonsultasi dengan ahli fertilitas dan mengenali penyebabnya dengan tepat, kondisi ini dapat diperbaiki. Ketidaksuburan dialami oleh 10-15 persen pasangan usia subur di Indonesia.

Artinya apabila dalam satu ruangan ada 7-10 orang yang dalam usia subur atau sekitar 19-45 tahun, salah satu dari orang itu mengalami ketidaksuburan. Hanya saja bisa jadi orang tersebut tidak menyadari masalahnya.

"Karena itu, dengan mengetahui penyebabnya, diharapkan dapat melakukan program kehamilan yang sesuai dengan kondisi pasangan tersebut. Program kehamilan mana yang akan dijalani sebaiknya diputuskan secara rasional oleh pasangan suami istri dengan pertimbangam dokter ahli fertilitas sesuai penyebab ketidaksuburannya, agar waktu dan biaya yang dikeluarkan dapat digunakan secara efektif dan efisien," pungkasnya. kbc5

Bagikan artikel ini: