Dukung pariwisata Lombok, pembangunan Pelabuhan Gili Mas dikebut

Selasa, 5 November 2019 | 11:35 WIB ET

LEMBAR, kabarbisnis.com:  Pembangunan Pelabuhan Gili Mas terus dikebut oleh PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III. Untuk tahap satu melingkupi reklamasi dan tahap dua yaitu pembangunan dermaga sepanjang 440 meter telah tuntas. 

Rampungnya pembangunam dermaga tersebut ditandai dengam sandarnya kapal pesiar Sun Princess pada hari ini, Selasa (5/11/2019) pukul 06.00 WITA. Kapal pesiar dengan Length Overall (LOA) 261 meter, lebar 32 meter dan bobot mati 77,441 GT ini membawa 1.988 penumpang dan 862 crew.

Sementara progress tahap tiga yaitu pembangunan terminal penumpang Gili Mas per 2 November 2019 mencapai 58 persen, ditargetkan akan selesai pada bulan Februari 2020, sehingga dengan selesainya terminal penumpang, semua pelayanan untuk penumpang kapal pesiar bisa lebih lengkap terlayani. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pengembangan terminal peti kemas.

Direktur Operasi dan Komersial, Putut Sri Muljanto mengatakan bahwa mulai hari ini, kapal pesiar dengan panjang lebih dari 300 meter bisa langsung bersandar di dermaga sehingga wisatawan tidak perlu lagi menggunakan sekoci untuk mencapai daratan seperti yang selama ini dilakukan di Pelabuhan Lembar. Kondisi ini akan membuat keamanan dan kenyamanan penumpang lebih terjamin.

Kapal pesiar berbendera Bermuda Spanyol tersebut berlayar dari Fremantle, Australia dan merupakan kapal perdana yang sandar di dermaga Gili Mas, setelah itu menuju Port Kelang, Malaysia. “Kunjungan kapal pesiar direct call dari luar negeri langsung ke Pulau Lombok ini sangat bagus, menunjukkan antusiasme operator kapal pesiar dan penumpangnya ingin berwisata di Pulau Lombok.” ujar Putut.

Di Lombok, para wisatawan akan mengunjungi beberapa objek wisata diantaranya ke Taman Narmada, pusat kerajinan Cukli Sayang- Sayang, Lingsar, Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Museum, Desa pengrajin tenun Sukarara, Desa Sade, kerajinangerabah Banyumulek, dan Mandalika. 

“Pelindo III mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dipersiapkan sebagai kawasan pariwisata unggulan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gili Mas sudah siap mengambil peran sebagai pintu gerbang wisatawan melalui laut,” tambahnya.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung saat dihubungi terpisah mengatakan serangkaian peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait dengan kapal pesiar adalah upaya Pelindo III dalam mendukung program pemerintah yang berencana untuk mengembangkan 10 destinasi wisata baru atau disebut Bali Baru untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara tahun 2019. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian BUMN membentuk tim sinergi BUMN Pariwisata dimana Pelindo III menjadi salah satu anggotanya. 

Sementara itu, setiap tahun jumlah kunjungan kapal pesiar terus meningkat, tahun 2017 terealisasi 131 unit dengan 89,224 wisatawan dan di tahun 2018 sebanyak 139 unit dengan membawa 126,119 wisatawan. Hingga akhir Oktober 2019 tercatat 119 unit dan 81,869 wisatawan. 

"Agar sektor pariwisata NTB terus tumbuh, maka peran serta dan kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting keberhasilan menciptakan 10 bali baru. Dibutuhkan kesiapan masyarakat menyambut wisatawan termasuk kesadaran diri masyarakat untuk menjaga budaya yang jadi aset dan memiliki daya tarik pariwisata," tambah Putut.

Dukungan pemerintah daerah juga diperlukan untuk membangun infrastruktur dan akses dari dan ke pelabuhan agar mudah dicapai serta tak kalah penting komunitas dan masyarakat lokal pun juga perlu dilibatkan sebagai mitra untuk menyambut wisatawan. Sinergi stakeholder pariwisata juga harus tercipta agar dapat bersama-sama menumbuhkan pariwisata yang kreatif  demi kemajuan bersama.

Sementara itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Siti Rohmi Djalila mengatakan bahwa tantangan bagi NTB dalam memajukan industri pariwisata ke depan adalah bagaimana melayani tamu dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, pemerintah daerah terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur semakin baik. Beberapa infrastruktur sedang disiapkan seperti pembangunan jalan, apalagi di 2021 event motor GP akan diadakan di Mandalika. "Kami juga berupaya menyiapkan daerah menjadi lingkungan yang bersih dengan melakukan kampanye zero waste.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pasca gempa di pertengahan 2018, pariwisata NTB telah kembali pulih dan sudah hampir normal  kembali. Seluruh tahap recovery hampir selesai, kondisi masyarakat juga sudah pulih. "Justru bencana gempa  kemarin menjadi pelajaran berharga. Tentang bagaimana mitigasi bencana, sistem yang disiapkan seperti apa. Bencana tidak harus ditakuti tetapi bagaimana kita siap menghadapinya," tegas Siti Rohmi.

Terkait realisasi kunjungan wisatawan ke NTB ia mengatakan cukup bagus. Di tahun ini ditarget 4 juta wisatawan, naik dari 2018 sebesar 3 juta lebih. Sementara investasi sektor pariwisata yang masuk NTB di tahun 2019 diperkirakan mencapai Rp6,8 triliun.  "Golnya adalah pertumbuhan ekonomi NTB. Tahun depan kami targetkan kunjungan wisata ke Lombok mencapai 4,5 juta wisatawan," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: