Usai sawit, model Inti-Plasma bakal diterapkan pada tanaman padi

Rabu, 6 November 2019 | 06:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah merintis pengembangan model kemitraan Inti-Plasma pada budidaya tanaman pangan seperti yang sudah diterapkan pada budidaya kelapa sawit.

"Kita sekarang mendorong pengembangan klaster bisnis padi untuk kita lihat bagaimana menguatkan posisi petani dan bagaimana membuat hasil pertanian pangan mereka. [Selain itu] apakah] kualitasnya sesuai yang dibutuhkan dan off taker juga tersedia," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdahlifah Machmud kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Mushdalifah mengatakan ini berkaca dari kepemilikan lahan petani yang semakin berkurang, sehingga pendapatan yang didapat semakin sedikit.

"Padi bukan hanya sekedar ekonomi rakyat, tetapi memang sumber ekonomi yang berbasis dari budaya dan kebiasaan masyarakat kita. Itu yang kita akomodir," kata Musdahlifah.

Selanjutnya, ia telah bekerja sama dengan berbagai kementerian, koperasi, dan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk mengembangkan klaster padi. Kemudian, perusahaan start up pertanian dapat berpartisipasi dalam pengembangan klaster padi.

"Ini mendorong untuk mendukung sektor hulu di petani supaya memproduksi komoditi pangan pertanian, sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Musdalifah memaparkan sektor pertanian telah menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi nasional setelah industri manufaktur. Mengutip data BPS Kuartal III 2019, sektor pertanian tumbuh 3,08 % atau berkontribusi sebesar 13,45 % terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional.

Sementara, industri pengolahan berkontribusi sebesar 19,62 % terhadap total PDB nasional. "Ini beda tipis, kalau kita bisa naikkan 1 hingga 1,5 % kontribusi pertanian, dia bisa menjadi kontributor utama didukung sumber daya manusia dan inovasi teknologi pertanian," ujarnya.

Kesempatan sama, Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro berpendapat adanya kemitraan antara pengusaha dan petani akan mampu mengangkat kesejahteraan petani."Si plasma tentunya selain mendapat dukungan ketika menanam, dia juga bisa terbebas dari cengkraman tengkulak saat menjual," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: