Dibanding negara lain, pebisnis RI lebih yakin tatap masa depan

Rabu, 6 November 2019 | 13:55 WIB ET

JAKARTA - Perusahaan di Indonesia lebih optimistis ketimbang perusahaan di kancah dunia, termasuk di Asia. Optimisme tersebut menyangkut prospek bisnis jangka pendek, menengah dan panjang. Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa sejumlah kebijakan ekonomi makro yang diambil Pemerintah akan semakin memperkuat konsumsi domestik dan investasi.

Demikian kesimpulan yang diperoleh dari survei terbaru HSBC.

Menurut survei HSBC yang bertajuk Navigator: Now, next and how yang mengukur sentimen dan harapan dunia bisnis di 35 pasar di seluruh dunia, para pebisnis di Indonesia memperlihatkan rasa optimisme yang sangat besar, dengan tingkat kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi dibanding perusahaan-perusahaan lain di seluruh dunia termasuk di wilayah Asia.

Navigator merangkum hasil survei komprehensif terhadap 9.131 perusahaan dari enam wilayah berbeda. Sebanyak 150 perusahaan dari Indonesia menjadi bagian dari sampel penelitian ini.

Anurag Saigal, Deputi Direktur, Commercial Banking, PT Bank HSBC Indonesia menuturkan, satu temuan penting dari survei ini adalah lebih dari setengah perusahaan Indonesia yang disurvei termasuk dalam kategori Navigator, yang berarti mereka mengharapkan penjualan tumbuh sebesar 15% atau lebih pada tahun berikutnya. Responden Indonesia juga merasa percaya diri atas prospek bisnis masa depan mereka, dimana sembilan dari sepuluh perusahaan Indonesia optimis tentang pertumbuhan, dibandingkan dengan setahun lalu.

"Optimisme di Indonesia berada di atas rata-rata Asia Pasifik, negara yang mendekati tingkat optimisme Indonesia adalah Bangladesh dengan 74% dan India dengan 72%," katanya dalam siaran pers, Rabu (6/11/2019).

Navigator juga menunjukkan bahwa para pengambil keputusan dari perusahaan Indonesia optimis terhadap prospek jangka pendek, menengah dan panjang. Responden dari negara kepulauan memiliki prospek positif untuk tahun depan, juga untuk 5 tahun ke depan. Mereka juga lebih optimis tentang pertumbuhan mereka dalam 12 bulan terakhir, level yang jauh di atas rata-rata global.

“Bisnis Indonesia adalah yang paling optimis di 35 pasar. Bangladesh adalah yang terdekat, dengan 50 persen perusahaan di Bangladesh mengharapkan pertumbuhan penjualan 15% atau lebih, ”kata Anurag.

Dalam jangka waktu lima tahun, proporsi bisnis di Indonesia yang mengharapkan penjualan tumbuh 15 persen atau lebih mencapai 61%.

Bagikan artikel ini: