Pasar otomotif lesu, penjualan Suzuki pikap justru naik

Kamis, 7 November 2019 | 07:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah belum membaiknya pasar otomotif nasional, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) masih bisa tersenyum, karena penjualan kendaraan niaga masih cukup positif.

Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan bahwa sejak memasuki semester II/2019, penjualan kendaraan niaga pikap mulai membaik. Menurutnya, hal ini menjadi indikasi bahwa industri kecil dan menengah mulai (IKM) menggeliat.

Penjualan pikap Suzuki perbulan terus mengalami kenaikan secara bertahap. Dia mengatakan pada September penjualan pikap Suzuki mencapai sektiar 4.600 unit, meningkat sekitar 200 unit dibandingkan bulan sebelumnya. Tren ini juga diklaim masih berlanjut hingga Oktober.

Donny menambahkan tren pertumbuhan penjualan pikap tidak hanya terjadi pada daerah-daerah utama seperti Jabodetabek. Daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan di luar Jawa turut mencatatkan hal serupa.

“Kami melihat trennya seperti itu, ada peningkatan pada penjualan kendaraan niaga kami, secara spesifik di pikap, ini indikasi ekonomi di IKM mulai membaik. IKM merupakan penunjang pertumbuhan ekonomi yang penting di Indonesia,” katanya, Rabu (6/11/2019).

Donny mengatakan bahwa biasanya peningkatan penjualan kendaraan komersial tersebut akan diiringi dengan kenaikan penjualan pada segmen kendaraan penumpang. Hal ini akan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan dari peningkatan penjualan kendaraan komersial.

Di sisi lain, penurunan penjualan juga memiliki pola yang sama. Dia mengatakan bahwa penurunan penjualan secara domestik akan diawali oleh penurunan pada segmen komersial. Hal ini, lanjutnya, sudah menjadi siklus yang terjadi berulang kali.

“Oleh karena itu saya berani bicara seperti ini, kami lihat tren mulai meningkat di Juni-Juli, artinya peningkatan ke kendaraan penumpangnya akan terjadi mulai Desember atau Januari. Dengan kondisi ini saya cukup optimistis pasar tahun depan akan lebih baik,” tuturnya.

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan proyeksi ataupun target penjualan pada tahun depan. Dia menuturkan SIS masih menganalisisi sejumlah faktor yang dapat memberi dampak terhadap industri otomotif tahun depan. kbc10

Bagikan artikel ini: