Aeropolis diklaim jadi investasi properti terbaik di kawasan Bandara Soetta

Kamis, 7 November 2019 | 19:03 WIB ET
Dari kiri; CEO PT Mediapura Digital Nusantara Leo Ferdinand Rahadian, Head of Business Development Travelio Felicia Gautama, Pimpinan Proyek Aeropolis Totonafo Lase, dan Business Development Manager Red Doorz Fiqi Putri.
Dari kiri; CEO PT Mediapura Digital Nusantara Leo Ferdinand Rahadian, Head of Business Development Travelio Felicia Gautama, Pimpinan Proyek Aeropolis Totonafo Lase, dan Business Development Manager Red Doorz Fiqi Putri.

TANGERANG, kabarbisnis.com: Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) terus melakukan pengembangan proyek kawasan terpadu Aeropolis. Menempati area pengembangan seluas 105 hektar, Aeropolis dirancang sebagai kota sebuah kawasan terpadu yang mendukung perkembangan bandara internasional Soekarno Hatta (Soetta). 

Totonafo Lase, Pimpinan Proyek Aeropolis menjelaskan, Aeropolis berkembang pesat menjadi kawasan yang bukan hanya nyaman sebagai tempat tinggal, tetapi juga memenuhi beragam kebutuhan lain untuk bisnis. Selain menyediakan ribuan unit apartemen, Aeropolis juga menyediakan beragam fasilitas bisnis seperti perkantoran, komersial, pergudangan, dan pusat gaya hidup modern. 

“Pesatnya perkembangan ini menjadikan Aeropolis sebagai investasi properti terbaik bagi konsumen dan investor  di kawasan dekat bandara Soetta. Kami mencoba untuk terus menerus meningkatkan kualitas produk dan layanan, termasuk berusaha memenuhi beragam kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” kata Totonafo Lase. 

Perseroan juga terus berupaya untuk meningkatkan nilai investasi dari unit-unit properti yang dipasarkan ke konsumen. Upaya ini antara lain ditempuh dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan hospitality management yang akan membantu para pemilik unit untuk mengelola dan menyewakan unit-unit apartemennya.  

Saat ini terdapat sedikitnya empat perusahaan hospitality manajemen yang telah beroperasi di kawasan Aeropolis yakni Travelio, Aparian Mediapura, Oyo Rooms, dan Red Doorz. Keempat perusahaan tersebut masing-masing menawarkan dan memiliki skema pengelolaan dan penyewaan unit apartemen yang berbeda-beda. 

 

Selain hospitality management, Aeropolis juga menjadi salah satu pengembangan kawasan dekat bandara yang diminati para operator hotel. Tercatat terdapat empat hotel yang telah beroperasi di kawasan ini yaitu Nunia Inn, Swift Inn, De Green Inn, dan Smart Home Inn yang menyediakan total sebanyak 345 kamar.  

Totonafo Lase mengakui bahwa banyaknya hotel dan perusahaan hospitality management di Aeropolis tidak lepas dari pesatnya perkembangan yang terjadi kawasan ini. Untuk memenuhi kebutuhan fasilitas hunian, saat ini terdapat sebanyak 4.500 unit apartemen di Aeropolis. 

“Ada sekitar 3.600 unit apartemen yang sudah serah terima dan sisanya masih tahap pembangunan dan penyelesaian akhir. Bertambahnya jumlah unit ini semoga bisa memenuhi kebutuhan sewa unit apartemen yang terus meningkat,” ungkap Totonafo Lase dalam keterangan tertulis usai kegiatan media update di kawasan Aeropolis, Tangerang (7/11/2019).

Maraknya pertumbuhan hotel dan perusahaan hospitality management dipercaya akan memberikan nilai tambah bagi Aeropolis sebagai sebuah pengembangan kawasan terpadu di dekat bandara Soetta. Sejak diluncurkan tahun 2012, Aeropolis berkembang pesat dan ramai, serta menjadi kawasan yang Vibrant, Liveable, dan Viable. 

Perkembangan tersebut salah satunya bisa dilihat dari jumlah warga yang tinggal dan beraktifitas di kawasan Aeropolis yang mencapai sekitar 3.000 orang. Perkembangan lainya bisa dilihat dari tingkat okupansi hotel-hotel di kawasan ini yang rata-rata mencapai 70 persen.  

“Kebutuhan sewa hotel dan apartemen di Aeropolis cukup tinggi dan cenderung terus meningkat. Pada periode tertentu, misalnya saat musim haji atau umroh biasanya hotel-hotel akan penuh dan tidak mampu menampung kebutuhan. Ini karena lokasi kita sangat dekat bandara dan fasilitas yang tersedia cukup lengkap,” ungkapnya lebih lanjut. 

Peningkatan kebutuhan terhadap fasilitas penginapan ini menawarkan potensi yang sangat baik kepada para pemilik unit apartemen. Kondisi ini juga menyebabkan tarif sewa apartemen dan hotel di Aeropolis terus meningkat.

Tarif  sewa unit apartemen tipe studio di Aeropolis rata-rata mencapai Rp 2,2 juta per bulan atau berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per harinya. Sementara tarif menginap untuk hotel rata-rata beskisar Rp300 ribu per hari dan Rp 9,5 juta untuk satu bulan. 

Totonafo Lase optimistik kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas sewa apartemen Aeropolis berkembang pesat dan akan terus meningkat. Tingkat kebutuhan sewa apartemen juga semakin beragam, bukan hanya harian, namun juga sewa untuk mingguan dan bulanan.

Kerjasama dengan perusahaan hospitality management merupakan upaya dan strategi perseroan untuk memberikan layanan terbaik kapada masyarakat maupun para pemilik unit apartement di Aeropolis. Langkah ini memberikan alternatif pilihan terbaik kepada para investor dan pemilik apartemen. 

“Masing-masing punya keunggulan dan nilai tambah, termasuk potensi pasar sewanya. Jadi ini dapat memberikan manfaat maksimal dan otomatif membuat nilai investasi apartemen meningkat,” kata Totonafo Lase. 

Pengembangan Baru

Pengembangan kawasan terpadu Aeropolis sejalan dengan arah pengembangan bandara Soetta ke depan. Pengembangan kawasan ini akan semakin masif seiring dengan perkembangan infrastruktur transportasi seperti kereta bandara dan rencana pembangunan jalan tol baru yang menghubungi wilayah Serpong hingga Bandara Soetta.

“Aeropolis masih akan menjadi investasi properti terbaik di wilayah sekitar bandara Soetta. Kawasan ini akan menjadi pelengkap dan penunjang dari arah perkembangan bandara yang sangat cepat dan semakin ramai,” kata Totonafo Lase.

Mengantisipasi perkembangan tersebut, perseroan telah menyiapkan rencana pengembangan baru di Aeropolis. Perseroan rencanannya akan meluncurkan apartemen baru pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. 

Unit-unit apartemen yang akan diluncurkan memiliki ukuran lebih besar. Unit-unit ini juga akan dipasarkan lengkap dengan perabot dan perkakas atau fully furnished sehingga memudahkan para pembeliannya. “Kami sedang finalisasi rencana ini. Unit apartemennya lebih luas karena tipe satu kamar dengan kisaran harga mulai Rp 350 juta,” ungkapnya lebih lanjut. 

Selain unit-unit apartemen, perseroan saat ini juga  memasarkan fasilitas pergudangan yang merupakan salah satu perkembangan terbaru di Aeropolis. Pengembangan tahap pertama meliputi pembangunan 105 unit gudang berbagai tipe ukuran. 

Fasilitas pergudangan ini mendapat sambutan sangat baik dari konsumen. Terbukti dari 85 unit gudang yang dipasarkan, saat ini telah terjual sebanyak 79 unit. 

“Jadi gudang yang siap pakai hanya tinggal enam unit dengan ukuran yang lebih kecil. Sisanya masih ada tetapi harus inden karena belum terbangun,” papar Totonafo Lase.

Perseroan berkomitmen untuk pengembangan Aeropolis di masa depan. Selain merupakan salah satu proyek utama perseroan, Aeropolis memiliki prospek pengembangan ke depan sangat baik sebagai sebuah kawasan kota bandara yang maju dan modern.kbc11

Bagikan artikel ini: