Cerai dengan Sriwijaya Air, ini penjelasan Garuda Indonesia

Jum'at, 8 November 2019 | 07:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maskapai nasional Garuda Indonesia ikut angkat bicara erkait kisruh anak usahanya, Citilink Indonesia dengan Sriwijaya Air. Kekisruhan ini terkuak melalui pesan berantai.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan mengatakan, pesan berantai yang beredar atas nama Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto ditujukan kepada lessor alias perusahaan penyewaan pesawat.

"Bersama ini kami sampaikan bahwa penjelasan tersebut ditujukan kepada lessor (perusahaan penyewaan pesawat) atas pertanyaan mereka tentang posisi Garuda Indonesia atas Sriwijaya," katanya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (7/11/2019).

Lebih lanjut, Garuda Indonesia meminta pada Sriwijaya untuk menyelesaikan permasalahan utang mereka kepada institusi negara, seperti BNI, Pertamina, GMF, Gapura Angkasa dan lainnya.

"Awal kerjasama manajemen (KSM) Garuda dengan Sriwijaya adalah dalam rangka mengamankan aset dan piutang negara pada Sriwijaya Group," lanjut Ikhsan.

Dengan demikian, Garuda Indonesia menunggu itikad baik Sriwijaya agar segera menuntaskan segala kewajibannya.

Sebagai informasi, direksi transisi Sriwijaya telah habis masa tugasnya pada 31 Oktober 2019 lalu.

Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga ikut menanggapi soal retaknya hubungan maskapai Sriwijaya Air dan anak usaha Garuda Indonesia, Citilink Indonesia.

Pria yang akrab disapa BKS ini mengatakan, pihaknya akan memanggil maskapai untuk mencegah perpecahan bisnis terjadi. "Ya, nanti kita ajak, kita panggil, kita cari jalan keluar jangan sampai pecah kongsi," ujarnya di Jakarta, Kamis (07/11/2019).

Perpecahan ini mengejutkan banyak pihak karena sebulan yang lalu, kedua maskapai ini kembali menjalin kerjasama manajemen (KSM).

Sekadar diketahui, hubungan bisnis antara Sriwijaya Air dan Citilink Indonesia, anak usaha Garuda Indonesia, memburuk karena adanya sejumlah masalah yang membuat keduanya memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama operasi.

Pihak Garuda Indonesia sendiri yang membeberkan informasi tersebut. “Karena ada sejumlah masalah di mana kedua pihak belum bisa diselesaikan. Dengan berat hati, kami menginformasikan bahwa Sriwijaya Air melanjutkan bisnisnya sendiri,” kata Direktur Teknik dan Layanan Garuda Iwan Joeniarto. kbc10

Bagikan artikel ini: