Harbolnas 2019 incar transaksi Rp 7,8 triliun

Jum'at, 8 November 2019 | 08:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang digelar pada 12 Desember 2019 ditargetkan bisa meraup nilai transaksi sebesar Rp 7,8 triliun atau meningkat sekitar 14 persen dari transaksi tahun lalu.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengatakan, nilai transaksi Harbolnas selalu menunjukkan tren kenaikan.

"Pada 2017, Harbolnas mencatatkan nilai transaksi Rp 4,8 triliun, meningkat menjadi Rp 6,8 triliun pada 2018. Nah, tahun ini kami ingin target mencapai Rp 7,8 triliun," kata Untung di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Selain itu, kata Untung, Harbolnas tahun ini juga menargetkan 300 peserta. Adapun, sampai saat ini sudah ada 170 platform yang telah mendaftarkan diri, di antaranya Lazada, Elevania, dan Mitra Adiperkasa (MAP). Pendaftaraan pun masih terbuka selama satu bulan ke depan.

Untung menjelaskan, idEA ingin membuka jejaring baru yang melibatkan banyak sektor dalam Harbolnas 2019. Salah satu yang menjadi fokusnya ialah partisipsi dari para pelaku grocery.

"Tak hanya produk gaya hidup atau produk-produk elektronik saja, kami ingin semua bisa dipasarkan secara luas dan mudah melalui digital. Kami juga berharap platform yang memasarkan hasil alam juga bisa bergabung di Harbolnas kali ini," tutur Untung.

Menurut Untung keterlibatan para pelaku dari berbagai sektor pada Harbolnas 2019 secara simultan meningkatkan jangkauan pasar bagi produk lokal. Di sisi lain, produk lokal juga tidak terbatas pada produk kerajinan tangan, tetapi juga mencakup produk gaya hidup hingga elektronik.

Oleh sebab itu, pada Harbolnas mendatang disediakan satu hari khusus, yakni pada 11 Desember, yang akan memberikan promo terbaik produk lokal. Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari Harbolnas 2018 yang mencatatkan setidaknya 46 persen barang yang terjual merupakan produk lokal. "Untuk itu, kami akan mengulang kesuksesan Harbolnas 2018," ujar Untung. kbc10

Bagikan artikel ini: