Sambungkan akademisi dan dunia usaha, Kadin Institute kerja sama dengan Fakultas Vokasi Untag 45 Surabaya

Minggu, 10 November 2019 | 14:19 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Fakultas Vokasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya akan menjalin kerja sama dengan KADIN Institute. Kesepakatan kedua lembaga pendidikan ini mengemuka dalam pertemuan antara Dr Ir Jamhadi, MBA, sebagai Direktur Kadin Institute dalam kepemimpinan Ir H LaNyalla Mahmud Mataliti sebagai Ketua Umum Kadin Jatim, bersama Ir. Gatot Budiono,M.Sc., sebagai Dekan Fakultas Vokasi Untag 45 Surabaya beserta jajarannya di ruang meeting PT Tata Bumi Raya, pada Jumat, 8 November 2019.

Fakultas Vokasi Untag 45 Surabaya awalnya adalah Politeknik 17 Agustus 1945 (Politag) Surabaya, kemudian disatukan ke dalam Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya oleh Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya. Fakultas Vokasi Untag 45 Surabaya terdiri dari 3 program studi, yaitu Prodi Teknologi Industri Pertanian, Prodi Teknik Listrik Industri, dan Prodi Teknik Manufaktur.

Jamhadi yang juga CEO PT Tata Bumi Raya ini menjelaskan, kerjasama antara Fakultas Vokasi Untag 45 Surabaya dengan Kadin Institute salah satunya ialah menerapkan program unggulan, yaitu Advance Preneur Research Centre (APRC). Nantinya, riset yang dihasilkan akademisi Untag 45 Surabaya akan dibuatkan direktori untuk kemudian dipertemukan dengan dunia usaha. Riset yang terpilih akan menjadi bagian dari perusahaan untuk dikembangkan. Program ini sekaligus merupakan bagian riset and development (R&D) perusahaan.

"Riset pilihan itu melalui seleksi call paper dari researchers. Dengan demikian, bisa tercipta simbiosis mutualisme yang positif dan bisa support dunia usaha yang lebih competitive berdaya saing global," ujar Jamhadi, yang jadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Untag 45 Surabaya.

Selain APRC, program lain yang dikerjasamakan ialah menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul,entrepreneur hebat dan sejahtera bersama. Ada lagi program MBA dalam 30 hari, pelatihan ekspor-impor, kerjasama dengan Badan Abitrase Nasional (BANI) sebagai solusi dalam menangani sengketa bisnis, buku panduan pasar untuk mengetui supplai and demand, dan mendidik angkatan kerja serta menyediakan layanan konsultasi "family business".

Setelah Untag 45 Surabaya, kata Jamhadi, akan segera menyusul universitas atau institut lain di Jatim untuk bisa bekerjasama dengan Kadin Institute.

"Kadin juga bekerjasama dengan KADIN Institute Sheffield Inggris yang memungkinkan produksi researchers menerapkan dalam skala 1:1. Untag 45 Surabaya layak implementasi salah satu program KADIN institut yaitu APRC. Contohnya memiliki pengalaman dan perawatan yang lengkap mulai Computer Numerical Control (CNC), dan seterusnya," ungkap Jamhadi.

Jamhadi mengakui, Untag Surabaya selain sebagai universitas swasta terkemuka di Jawa Timur juga memiliki sekitar 65 ribu Alumni. Jumlah alumni tersebut tersebar dalam berbagai sektor pekerjaan. kbc9

Bagikan artikel ini: