AXIQoe.com perkuat ekosistem digitalisasi pengadaan barang-jasa

Minggu, 10 November 2019 | 18:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI ) melalui layanan e-commerce AXIQoe.com berkomitmen  memperkuat ekosistem digitalisasi pengadaan barang dan jasa.Salah satu caranya adalah partisipasi dalam penyelenggaran Indonesia International Mega Procurement Exhibition & Conference (I-IMPEC) 2nd di Jakarta,Convention Center (JCC), kemarin.

AXIQoe.com ,telah dikenal khalayak melalui layanan e- Katalog. AXIQoe.com melayani e-commerce Business to Business (B2B) dan Business to Government (B2G) terdepan di Indonesia.Budi Pramana Ginting, Head of Business AXIQoe.com mengatakan keikutsertaan pihaknya bersama stakeholder lainnya guna memperkuat fondasi integrasi ekosistem melalui diskusi bisnis dan diseminasi informasi.

"Kehadiran AXIQoe.com di I-IMPEC 2019 merupakan kontinuitas perusahaan.Berbagi insight dan transfer knowledge seputar transformasi pengadaan barang dan jasa," ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Di era digital sekarang, dinamika ekosistem pengadaan barang tak luput dari peran teknologi, terutama penetrasi internet yang semakin meluas hingga ke kota dan kabupaten. Dukungan infrastruktur digital dan sumber daya yang unggul tentunya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital yang transparan dan akuntabel.

Laporan e-Conomy SEA 2019 yang dirilis Google dan Temasek telah memperkirakan Indonesia akan menyumbang sekitar 40% dari pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara di tahun 2019  mencapai US$40 miliar (sekitar Rp 565 triliun), meningkat empat kali lipat dibandingkan  2015. Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi internet tercepat di Asia Tenggara, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mampu menembus US$130 miliar (sekitar Rp1,8 kuadriliun) pada 2025 nanti.

Budi menambahkan tingginya nilai ekonomi digital diyakini akan menjadi pendorong bagi pelaku bisnis. Karena itu pihaknya terus berinovasi,  dan meningkatkan daya saingnya, termasuk di dalamnya mendukung modernisasi pengadaan serta melanjutkan komitmen menjadi akselerator ekosistem pengadaan yang bersih dan akuntabel.

Selain itu, konferensi I-IMPEC 2019 sebagai acara tahunan ini juga mengupas tuntas peluang para investor di sektor industri yang berpengaruh terhadap total Produk Domestik Bruto Indonesia yang menyumbang sebesar 20 % sebagai pemasukan nasional per-Tahun 2018.

Pada I-IMPEC 2019, booth AXIQoe.com hadir di Foyer Plenary Hall  Jakarta Convention Center Senayan, pelaksana pengadaan dapat mendapatkan informasi lebih mendalam, mendapatkan product experience yang didukung mitra AXIQoe.com diantaranya Liva ECS by ECS Elitegroup, Infocus by Esa Prima Perkasa,  Microtek Scan The World, APC by Schneider Electric, Microsoft by Synnex Metrodata Indonesia dan Mugen by PT. Multicom Persada International 

Selain itu terdapat lounge area yang memungkinkan AXIQoe.com dan petugas pelaksana pengadaan bertemu dan berdiskusi. Sejak 2016, AXIQoe.com telah mendukung kebutuhan pengadaan di pemerintahan dengan menjadi penyedia kebutuhan tersebut melalui E-Katalog LKPP.

Kesempatan terpisah Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto l mengatakan LKPP telah memetakan empat tantangan dalam mentransformasikan sistem pengadaan barang/jasa pemerintah. Kedepannya, harus dibarengi kebijakan dan strategi pengadaan yang inklusif dalam rangka pemerataan ekonomi dan percepatan pembangunan dan efektivitas proses dan pembenahan pasar pengadaan.

Tak luput juga dibenahi pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif, dan sistem penyelesaian permasalahan pengadaan.Menurutnya modernisasi pengadaan terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi digital ini, pun menuntut stakeholder memulai pengawasan secara digitally determined mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga proses penyelesaian dan laporan pekerjaan.

Karenanya seiring dengan rencana strategis pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024,. Tahun ini adalah momentum yang tepat bagi stakeholder untuk menjawab tantangan dalam disrupsi digital pengadaan. Melalui tiga pilar pengadaan masa depan yakni Internet of Crowd Collaboration (People), Internet of Trust, dan Internet of Things & Artificial Intelligence (AI) akan membawa ekosistem pengadaan menuju Cognitive Procurement (pengadaan berbasis kognitif) yang sesuai dengan peta strategis pengadaan di 2020-2024.kbc11

Bagikan artikel ini: