Desember, masalah pembebasan lahan depo LRT tuntas

Senin, 11 November 2019 | 16:16 WIB ET
Dirut PT Adhi Karya Tbk Budi Harto
Dirut PT Adhi Karya Tbk Budi Harto

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Adhi Karya Tbk optimis masalah pembebasan lahan depo di Bekasi Timur yang selama ini menjadi sandungan proyek Kereta Api Ringan/Light Tail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta,Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek)  dapat  dituntaskan dalam satu bulan atau Desember mendatang.

Dirut PT Adhi Karya Tbk Budi Harto menuturkan, secara keseluruhan proyek LRT yang dimulai sejak 2015 sudah dituntaskan sebesar 67,3% .Meski begitu Budi mengakui tahap pertama baru mencapai 44  kilometer (km) untuk tiga rute dari rencana 90 km.

Budi mengakui tidak menampik sempat terkendala di  dalam proyek LRT. Kendala yang hingga kini masih terjadi ialah mengenai pembahasan lahan di Bekasi Timur untuk dijadikan depo. "Hambatan yang menyebabkan kemunduran ya karena pembahasan tanah, sudah selesai. Tinggal beberapa bidang," kata Budi dalam acara pengecoran terakhir dari Jembatan Lengkung Bentang Panjang di persimpangan Kuningan pada proyek pembangunan prasarana LRT di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Budi merincikan perkembangan telah meliputi lintas Cawang-Cibubur sebesar 86,2%, lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 58,3 %. Dan, lintas Cawang-Bekasi Timur sebesar 60,5 %

Proyek LRT Jabodebek ditargetkan dapat beroperasi secara penuh pada November 2021.Sebelumnya, akan diuji coba terlebihi dahulu khusus rute Cawang -Cibubur.

Direktur Operasi Adhi Karya Pundjung Setia mengatakan pihaknya memfokuskan pembebasan lahan di sekitar depo Bekasi Timur .Pundjung optimis proses pembebasan lahan di sekitar depo dapat dituntaskan dalam satu bulan ke depan.

Mayoritas pemilik lahan prinsipnya sudah memahami lahannya diperuntukan untuk kepentingan infrastruktur nasional.Sementara area yang masih dikonsinyasi tinggal 3 hektare (ha) dari sebelumnya sebesar 14 km.

Dengan status konsinyasi, uang dari pembebasan dititipkan ke pengadilan sekaligus menilai berapa nilai taksiran yang akan diganti ke pemilik tanah.Diharapkan dengan tuntasnya pembebasan lahan di kawasan depo di Bekasi Timur ini , proyek infrasktur yang telah menelan  investasi transportasi terintegrasi Rp 22,7 triliiun  ini dapat segera dimulai dimulai.kbc11

Bagikan artikel ini: