Bupati Anas: Unair beri kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan

Selasa, 12 November 2019 | 06:50 WIB ET

SURABAYA - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi kiprah Universitas Airlangga (Unair) yang telah berkontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. 

”Di usianya yang ke-65 tahun ini, Unair semakin membuktikan diri sebagai salah satu lembaga pendidikan terbaik di Tanah Air, dengan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Anas seusai menghadiri Dies Natalis Unair ke-65, Senin (11/11/2019).

Anas mengatakan, Unair yang berdiri pada 10 November 1954 telah banyak menelurkan terobosan di dunia sains yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Dia mencontohkan temuan cangkang kapsul rumput laut yang memiliki kualitas lebih baik dibanding kapsul gelatin, yang juga bisa mengurangi impor cangkang kapsul dari luar negeri.

Unair, sambung Anas, juga berhasil mengembangkan sistem pengobatan steem cell di mana kampus tersebut telah memiliki sejumlah laboratorium, dan kini bermitra dengan industri farmasi untuk hilirisasi serum. ”Ini dampaknya ke dunia medis kan luar biasa, banyak penyakit bisa disembuhkan lewat sistem tersebut,” ujarnya. 

”Publikasi internasional untuk riset-riset ilmiahnya, baik ilmu sosial maupun non-sosial, juga terus meningkat,” ujarnya.

Bagi Banyuwangi, sambung Anas, juga berperan mendorong kemajuan daerah. Kampus Unair di Banyuwangi (Program Studi di Luar Kampus Utama) kini memiliki empat studi jenjang S1, yaitu Budidaya Perairan, Pendidikan Dokter Hewan, Akuntansi, dan Kesehatan Masyarakat. Kampus Unair di Banyuwangi terus mengalami perubahan dan perbaikan, mulai dari perolehan akreditasi, meredesain kurikulum, hingga penambahan sarana untuk praktikum. 

”Unair ikut hadir mengiringi perkembangan Banyuwangi bersama kampus-kampus lain di daerah kami. Kehadiran mahasiswa-mahasiswa Unair di Banyuwangi ikut memberi warna, meningkatkan kualitas literasi dan budaya riset. Ujung-ujungnya tentu peningkatan SDM,” papar Anas.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu mengusulkan perlunya penguatan relasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar program-program dan kebijakan pemda bisa semakin ilmiah serta memberi dampak terukur ke publik.

”Kalau di dunia pendidikan kan ada skema teaching industry, di mana ada kolaborasi kampus dan dunia industri untuk menelurkan produk serta jasa yang bermanfaat luas. Semestinya di dunia pemerintahan daerah ada mekanisme seperti itu, yang lebih dari sekadar program penelitian dari pemda ke kampus. Saya kira menarik untuk dijajaki model kolaborasinya seperti apa,” pungkas Anas.

Bagikan artikel ini: