Jaringan kedai kopi Diskuupi perlebar sayap ke Banyuwangi

Selasa, 12 November 2019 | 16:27 WIB ET

SURABAYA – Jaringan kedai kopi berkonsep ”coffee to go” Diskuupi membuka store anyar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ini merupakan store keempat Diskuupi setelah resmi hadir di Surabaya pada September 2019 lalu.

“Kami senang bisa hadir di Banyuwangi, sebuah daerah dengan pasar menjanjikan karena pertumbuhan ekonominya yang pesat dan sektor pariwisatanya yang terus menggeliat. Ini juga membanggakan bagi kami karena kopi Diskuupi dipasok langsung dari para petani di perkebunan kopi di lereng Gunung Ijen yang merupakan perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso,” ujar Founder dan CEO Diskuupi, Wardah Nafisah, kepada media, Senin (11/11/2019).

Wardah menjelaskan, store di Banyuwangi resmi dibuka pada pekan lalu di daerah yang sangat strategis, yaitu Jalan Diponegoro, tepatnya di area Kantor Pos yang berada di depan Taman Blambangan, salah satu ruang publik terbesar di Banyuwangi.

“Kami optimistis bisa memberi pengalaman baru kepada warga Banyuwangi dan para wisatawan di sana dalam menikmati kopi dengan berbagai variannya,” ujar Wardah.

Dalam waktu dekat, Diskuupi juga bakal ekspansi ke sejumlah daerah lain, seperti Jakarta, Pasuruan, Madiun, Jember, Banyuwangi, Sidoarjo, Bandung, Malang, dan Bali. 

”Kami targetkan bisa membuka 30 store pada tahun 2020. Setelah Banyuwangi, beberapa store kami buka lagi, yang dalam waktu terdekat di Surabaya dan Sidoarjo. Diskuupi mengincar segmen anak-anak muda dengan harga yang affordable. Semuanya kami lakukan by research. Mulai nama, menu, sampai harga, kami riset ke target pasar,” ujar Wardah.

“Maka respons pasar pun sangat menggembirakan. Di store-store yang sudah buka, penjualannya sangat menjanjikan, baik penjualan langsung maupun melalui aplikasi online,” imbuh Wardah.

Untuk menarik minat pasar, Diskuupi menghadirkan menu kopi orisinal dengan berbagai variannya, seperti perpaduan kopi susu cokelat, kopi susu pisang, kopi susu kelapa, kopi krim kukis, dan kopi susu matcha. Selain itu, ada susu krim regal dan beragam varian lainnya.

 

Mengusung tagline “diskusi, aku, kamu, dan kopi”, Diskuupi mengajak anak-anak muda selalu berkegiatan positif. 

 

“Makanya kami pun strategi pemasaran yang menstimulasi anak muda untuk berkegiatan positif. Misalnya, ada diskon untuk mahasiswa yang sedang belajar kelompok dengan ditemani Diskuupi. Bahkan ada diskon untuk mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertentu,” ujarnya.

 

Diskuupi juga menghadirkan konsep bisnis kewirausahaan sosial yang berbeda dibanding pelaku usaha kopi lainnya.

 

”Di beberapa store, kami menawarkan kepemilikan saham untuk petani. Jadi petani ikut memiliki Diskuupi, tidak hanya jual kopinya ke kami. Petani bisa memahami rantai bisnis kopi, dengan harapan semakin menyejahterakan mereka,” ujarnya.

Bagikan artikel ini: