Tekan angka kecelakaan kerja, BP Jamsostek Darmo gelar In House Training Petugas P3K

Selasa, 12 November 2019 | 18:25 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebanyak 50 peserta dari kepesertaan perusahaan platinum mendapatkan pelatihan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) oleh BP Jamsostek Kantor Cabang Surabaya Darmo. Pelatihan In House Training Petugas P3K Peserta BP Jamsostek ini ditujukan untuk meminimalisir tingkat kecelakaan kerja dan

Mencegah kefatalan akibat terjadinya Kecelakaan Kerja (KK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah Jatim, Dodo Suharto mengatakan bahwa saat ini tingkat kecelakaan kerja yang terjadi di Jatim masih sangat tinggi. Hingga Oktober 2019, tercatat ada sekitar 24.468 kasus dengan nilai klaim yang telah dibayarkan sebesar Rp 80,747 miliar. 

"Artinya, ada sekitar 80 kasus kecelakaan kerja yang terjadi setiap harinya. Jika angka ini bisa diturunkan, maka jumlah klaim yang harus dibayar juga akan turun sehingga dananya bisa dialihkan untuk peningkatan kemanfaatan bagi peserta," ujar Dodi, Selasa (12/11/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting karena dalam setiap kejadian kecelakaan, korban sebenarnya memiliki waktu emas atau golden period. Jika korban mampu diselamatkan pada waktu tersebut, maka tingkat fatalitas bisa ditekan. 

"Sebelumnya kami juga telah bekerjasama dengan Honda untuk menggelar safety riding pagi peserta karena jumlah kecelakaan terbesar ada di jalan. Harapan kami, dengan upaya preventif yang kami lakukan, maka kecelakaan kerja bisa turun sebesar 50 persen," katanya. 

Pada kesempatan yang sama,  Kepala Kantor Cabang Surabaya Darmo BP Jamsostek Guguk Heru Triyoko mengatakan  bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai cara-cara yang dapat dilakukan serta penanganan pertama yang dapat dilakukan di perusahaan untuk untuk meminimalisir resiko kecelakaan kerja maupun resiko meninggal mendadak sekaligus mencegah kefatalan akibat terjadinya KK-PAK.

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama (P3K) di tempat kerja, Petugas P3K di tempat kerja sebagaimana dimaksud harus memiliki lisensi dan buku kegiatan P3K dari Kepala Instansi yang bertanggung di bidang ketenagakerjaan setempat.

"Mengingat terdapat beberapa kasus pengajuan kasus meninggal mendadak khususnya di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo, kami memandang perlu pemahaman dan peningkatan skill dari personil perusahaan untuk penanganan karyawan yang mengalami JKK ataupun mendapatkan serangan di tempat kerja sehingga kefatalan bisa ditangani dan berdampak dengan berkurangnya kasus meninggal mendadak di tempat kerja," pungkas Guguk. kbc6

Bagikan artikel ini: