Salurkan KUR ke TKI, pemerintah gandeng bank asing di luar negeri

Rabu, 13 November 2019 | 00:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah bakal menggandeng bank-bank asing di luar negeri untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir, Selasa (12/11). 

Menurut Iskandar, bukan tidak mungkin pemerintah menggandeng bank asing untuk menyalurkan KUR untuk TKI di luar negeri. "Biaya keuntungan yang kami berikan 3 persen-4 persen dari suku bunga KUR itu," ujarnya. 

Lebih lanjut ia mencontohkan, peluang kerja sama dengan Standard Chartered Bank. Bank asing yang juga beroperasi di Indonesia itu memiliki cabang di Hong Kong, di mana TKI juga banyak bekerja di wilayah tersebut. 

Lihat juga: Pemerintah Turunkan Bunga KUR Jadi 6 Persen per Januari 2020

"Tetapi, ini belum baku ya. Itu yang mengatur Kementerian Ketenagakerjaan," imbuh Iskandar. 

Rencana perluasan penyaluran KUR TKI ini juga dimaksudkan untuk mengurangi potensi kecurangan yang pernah dilakukan oleh beberapa agen sebelumnya. Menurut ceritanya, sempat agen dari bank swasta Indonesia membawa kabur uang TKI. 

"Misalnya, BNI kan enak ada cabang di Hong Kong. Tapi, ada bank swasta yang tidak punya, jadi gunakan agen, dan uangnya dibawa lari oleh agennya," tutur Iskandar. 

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan akses TKI di luar negeri ke perbankan kerap terbatas. TKI kesulitan mencicil pembayaran KUR hingga mengajukan KUR ke bank. 

"Memang, banyak pekerja yang tidak memiliki akses perbankan nanti OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang menyarankan untuk kerja sama dengan bank-bank di negara penempatan TKI, sehingga mereka bisa kirim cicilannya," terang Ida. 

Apalagi, sejauh ini, tak semua perbankan nasional memiliki cabang di luar negeri. Oleh karenanya, ia mengusulkan perlu ada kerja sama dengan bank asing di luar negeri untuk memperluas akses ke TKI. "Kami akan kerja sama untuk mempermudah mereka," ucapnya. 

Kendati begitu, ia tak menyebut pasti bank asing apa saja dan di negara mana saja yang akan diajak kerja sama. Hanya saja, pemerintah sendiri sedang meningkatkan penempatan TKI di Jepang dan Jerman. 

"Kami sedang mengupayakan bentuk government to government (G to G). Jaminan perlindungan mereka bisa didapatkan karena proses G to G, dan tadi karena proses G to G, kami berusaha untuk dapat kerja sama di bank negara tersebut," papar Ida. 

Ia menargetkan rencana ini bisa segera diimplementasikan pada tahun depan. Namun, ia tak memberikan kepastian kapan hal itu bisa diberlakukan. 

Sebagai catatan, pemerintah mencatat total penyaluran KUR TKI per Agustus 2019 sebesar Rp577,54 miliar, dengan rasio kredit macetnya sebesar 0,84 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: