Kebutuhan bertumbuh, momentum industri benih kacang hijau pacu produksi

Rabu, 13 November 2019 | 09:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Potensi pasar komoditas kacang hijau terus meningkat tiap tahun. Industri benih nasional diharapkan mampu  memacu kapasitas produksi benih kacang hijau dengan menjalin kemitraan penangkar benih mengingat pasokan domestik baru mengisi sebagian kebutuhan saja.

Guru Besar Fakultas dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Muhammad  Firdaus mengatakan permintaan pasar domestik bukan hanya dibutuhkan konsumsi rumah tangga. Namun dalam perkembangannya , kacang hijau juga diserap sebagai bahan baku industri makanan dan minuman (mamin) yang bertumbuh 7,91% di tahun 2018, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,71%.

Sayangnya, pada satu sisi pertumbuhan produksi kacang hijau nasional selama tahun 2008-2018 justru mengalami pertumbuhan negatif. Produksi kacang hijau nasional tahun 2018 tercatat 235.000 ton. Padahal kebutuhannya mencapai 304.000 ton atau mengalami pertumbuhan negatif 2,11%.

“Alhasil dalam dua tahun terakhir, Indonesia melakukan impor kacang hijau ,untuk memenuhi permintaan domestik,”ujar Firdaus dalam  Focus Group of Dialog (FGD) Potret Kebutuhan dan Pasokan Kacang Hijau Untuk Kebutuhan Industri SDM Unggul di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Firdaus menambahkan, Myanmar dan Ethopia menjadi dua negara importir kacang hijau terbesar ke Indonesia.   Namun menurutnya hal itu adalah wajar karena tekstur dan rasa tertentu dari  kacang hijau dua negara tersebut memang dibutuhkan industri mamin.

Namun, komoditas ini juga diekspor ke sejumlah negara.Bahkan tercatat menempati posisi sebagai sembilan besar negara eksportir kacang hijau. Dengan volume ekspor tahun 2018 tercatat sebesar 32.269 ton atau 2,9% dari total permintaan dunia.

Empat negara memiliki permintaan yang konsisten selama empat tahun terakhir Philipina, Cina, Taiwan dan Vietnam. Namun, komoditi ini juga menyasar ke Australia, Brasil, India hingga Amerika Serikat. Peluang pasar kacang hijau di pasar internasional  terus bertumbuh. Selain harganya di pasar global tidak terlalu sensitif.

Sementara pendapatan usaha tani kacang hijau setara pendapatan petani padi yang provitasnya 5 ton per hektare (ha). “Secara gizi bagus, bisa ditanam di lahan marginal, bisa diekspor, permintaannya tinggi dan memberikan pendapatan cukup signifikan," imbuhnya.

Guna memastikan ketersediaan benih dengan kualitas tinggi dan berkesinambungan,Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) Balitbangtan memberikan lisensi non ekslusif kepada PT Eeast West Seed (Ewindo) untuk mengembangkan varietas VIMA 1. Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Balitbangtan Yuliantoro Baliadi mengatakan provitas VIMA 1 menghasilkan 2 ton per ha melebihi benih konvesional sebesar 1,3  per ha.

Adapun lisensi benih diberikan kepada Ewindo sejak akhir tahun 2018 .Malah, provitas  benih VIMA 3  mencapai 2,7 ton per ha  Padahal ,petani hanya menghamparkan benih tanpa dilanjuti pemupukan. “Lazimnya, petani mulai menanam kacang hijau setelah usai menanam padi,” kata Yuliantoro .

Sementara ketika panen, biaya lebih hemat karena cukup sekali akibat polong matang serempak. Usia dipanen 57 hari dan tahan hama trips dan kutu kebul.Menurutnya hal inilah yang membuat permintaan benih meningkat drastis dan menjadi alasan perusahaan seperti Ewindo mengembangkan produksi benih sebarnya.

Firdaus memberi apresiasi  keputusan Ewindo memproduksi benih kacang hijau skala industri. Tidak mungkin ketersediaan benih diserahkan Balitbangtan. Kemitraan produsen benih dengan petani penangkar menyediakan benih varietas unggul bersertifkat harus menjadi prioritas.

Kerjasama macam ini menjadi solusi keterbatasan prasarana , modal dan luas areal produksi dan sumber daya  petani penangkar. Produsen juga akan memetik manfaat dari meningkatnya  kapasitas teknis budidaya petani penangkarnya.

Firdaus menegaskan penaikkan provitas benih menjadi solusi disaat luas panen dan produksi kacang hijau. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan  produktivitas kacang hijau dalam kurun waktu 10 tahun terakhir meningkat 1,09%. Sementara  luas panen dan produksi kacang hijau  justru menurun masing masing 2,97% dan 1,97%.

“ Rerata  provitas kacang hijau petani hanya  1,2 ton per ha. Jika hal ini dapat dinaikkan menjadi 2 ton per ha saja. Selain potensi pendapatan petani yang meningkat juga meningkatkan ketersediaan pasokan kacang hijau yang masih defisit di pasar," terang Afrizal.

Sales & Marketing Director EWindo Afrizal Gindow mengatakan perusahaan menargetkan memproduksi benih kacang hijau menjadi 100 ton di tahun 2020. Meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun 2019 ditahun ini sebesar 25 ton.

"Dari FGD ini kita memperoleh informasi langsung dari koperasi pasar yang masih kesulitan membutuhkan kacang hijau dan mereka memperoleh dari impor.Pemetaan pasar terus kita lakukan sebelum memproduksi," kata Afrizal.

Besarnya permintaan pasar juga harus dipenuhi industri mamin.Bahkan industri mamin melengkapi fasilitas pengolahan sehingga kacang hijau tersebut dapat dijadikan bahan baku tepung ."Dalam lima tahun depan , mungkin kita juga baru bisa mengisi 10 persen kebutuhan pasar," terangnya.

Kehadiran Ewindo memperluas pangsa kultur bisnisnya selama puluhan tahun dari hortikultura  ke tanaman pangan ,melihat pengembangan benih masih konvensional." Sebelumnya kita hanya tahunya jalur benih antar lapang (Jabal).Petani membeli dari petani atau pasar untuk disimpan menjadi benih kembali," kata dia.

Padahal untuk memperoleh varietas benih yang berkualitas, daya tumbuh ,determinasi dan kemurnian yang bagus sesuai persyaratan pemerintah dibutuhkan pengawalan yang baik.Adapun Ewindo memiliki kapabalitas untuk hal tersebut seperti fasilitas penunjang riset, laboratorium dan sarana produksi.

Afrizal menambahkan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan areal utaman penanaman benih kacang hujau bersama petani penangkar.Namun potensi di luar Jawa seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi  Selatan juga potensial dikembangkan

Teknik budidaya tumpang sari kangkung dan kacang hijau dapat diterapkan dalam memproduksi benih.Saat ini, Ewindo bekerjasama  dengan hampir 12.000 petani penangkar. " Kita punya fasilitas pusat pengembangbiakan benih kacang hijau di Jember.Jadi pengawasan dan pendampingan dengan petani sangat intensif," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: