Peluang Indonesia miliki tiga dekakorn terbuka, ini alasannya

Kamis, 14 November 2019 | 09:07 WIB ET

BADUNG, kabarbisnis.com: Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk melahirkan tiga dekakorn.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amsevindo), Edward Ismawan Chamdani mengatakan, pertumbuhan pasar di Indonesia masih sangat besar ditambah dengan bonus demografi yang mendorong terjadinya adopsi budaya baru.

Di samping itu, berdasarkan data Google, Temasek dan Bain, diperkirakan pertumbuhan di sektor internet Indonesia sangat pesat dari USD$40miliar saat ini menjadi USD$133miliar pada 2025.

Dengan pertumbuhan tersebut, kata Edward, perusahaan rintisan seperti Tokopedia, berpeluang menjadi dekakorn.

Hanya saja, sambungnya, perlu dilihat juga mengenai pandangan investor terhadap wacana Tokopedia untuk melakukan penawaran umum perdana atau initial public offerings (IPO).

“Apakah investor bursa bisa menghargai nilai tersebut? Selama masih private tentu bisa-bisa saja,” kata Edward, Rabu (13/11/2019).

Edward juga berpendapat dalam menciptakan dekakorn perlu dilihat juga mengenai dukungan jumlah individu yang potensial membeli produk atau market size, untuk mengetahui peluang.  

Dia mengatakan selain sektor finansial teknologi, sektor edukasi teknologi seharusnya cukup menjanjikan untuk menjadi dekakorn, sebab memiliki pasar yang besar. “(Edutech potensial) karena populasi Indonesia yang besar dan subscription model mulai populer,” kata Edward.  

Terkait dengan penerapan regulasi longgar dalam mendorong industri perusahaan rintisan dan penciptaan dekakorn, menurutnya, regulasi longgar tidak dapat diterapkan di semua sektor.

Dia mengatakan untuk sektor finansial teknologi, akan sulit karena menyangkut manajemen risiko yang memang harus di atur.

“Sedangkan untuk sektor lainnya tergantung kasus per kasus. Secara prinsip konsep Sandbox  biasanya cukup baik untuk pembelajaran kedua belah pihak baik player maupun regulator,” ujar Edward. kbc10

Bagikan artikel ini: