PPA berambisi kelola kredit macet bank BUMN di tahun depan

Jum'at, 15 November 2019 | 10:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA berambisi untuk memperkuat investasi dan menambah pengelolaan Non Performing Loan (NPL) alias kredit macet bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada 2020 mendatang.

Rencana tersebut akan memperkuat peran PPA sebagai satu-satunya BUMN yang diberikan amanah untuk mengupayakan penyehatan BUMN serta membantu presistemik penyehatan perbankan.

Direktur Utama PPA Iman Rachman mengatakan, setidaknya PPA akan mengelola NPL dari Bank Mandiri, BNI dan BRI. Hanya saja, saat ini yang sudah menemui titik terang adalah pengelolaan NPL dari Bank Mandiri dan BNI.

"Jadi kita akan menjadi perusahaan presistemik. Jadi sebelum ke LPS kita akan membantu perbankan memperbaiki angka NPL nya," kata dia saat diskusi dengan media di Bandung, Kamis (14/11/2019).

Dia menegaskan, dengan diambil alihnya pengelolaan NPL perbankan ini bukan berarti angka NPL perbankan tinggi. Diklaimnya, saat ini NPL bank-bank Himbara sudah cukup baik.

"Jadi PPA tidak ada urusannya NPL bank itu gimana, tapi memang kita hidupnya dari bisnis urusin NPL. Dengan begitu kita juga membantu menstabilkan ekonomi negara ini," tegas dia.

Menurut Iman, penguatan kegiatan investasi dan pengelolaan NPL Himbara mengarah pada cita-cita PPA ke depan menjadi National Asset Management Company (NAMC) dengan presistemik penyehatan perbankan, agen restrukturisasi dan revitalisasi BUMN dan pengelolaan distressed aset BUMN. Dengan begitu, diyakini bisa menjadikan PPA sebagai simpul sinergi BUMN.

"Sesuai dengan visi PPA yaitu menjadi perusahaan investasi terkemuka dan mitra terpercaya dalam restrukturisasi korporasi," ujar dia.

Saat ini, ditambahkan Iman, Indonesia belum memiliki perusahaan presistemik. Namun beberapa negara di dunia sudah mempunyai perusahaan yang berbisnis di sektor ini. "Korea dan China itu sudah lebih dulu punya NAMC sejak lama," tegas dia.

Tidak hanya bank Himbara, Iman mengaku saat ini juga sudah melakukan pembicaraan dengan dua bank swasta. Hanya saja pihaknya belum bisa membeberkan nama bank tersebut. "Jadi kita sedang proses, ada lima bank yang akan kita kelola NPL-nya," tegas dia.

Dipilihnya bank-bank BUKU IV sebagai perusahaan yang akan diambil alih NPL-nya dikarenakan kapasitas dan pendapatan yang diperoleh PPA lebih besar jika dibandingkan mengambil alih NPL bank yang memiliki size lebih kecil. kbc10

Bagikan artikel ini: