Jatim cetak Rekor Muri penyajian bandeng presto terbanyak

Jum'at, 15 November 2019 | 17:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil mencetak Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) terbaru untuk kategori penyajian bandeng presto terbanyak, mencapai 11.089 ekor. Rekor ini mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Kabupaten Pemalang dengan menyajikan bandeng presto sebanyak 9.936 ekor. 

Senior Manager Muri Ariani Siregar mengatakan bahwa sejauh ini Muri telah mencatat  9.200 rekor dari seluruh Indonesia. Dan Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa sudah beberapa kali mencatatkan Rekor Muri. Pada 18 Maret lalu Jatim telah mencatatkan rekor Muri sajian lele terbanyak, juga ada rekor Muri sajian apel terbanyak dan pada  2 Juni 2019 mencatatkan Rekor Muri mudik gratis terbanyak dengan 270 ribu pemudik. 

"Dan pada hari ini, Jatim kembali mencetak Rekor Muri penyajian bandeng presto terbanyak. Dan saya mewakili Ketua Umum Muri Sr Jaya Suprana mengumumkan sekaligus mengesahkan rekor Muri sajian bandeng presto sebanyak 11.089 ekor," ujar Ariani saat menyerahkan sertifikat Rekor Muri kepada Gubernur Khofifah, saat acara Jatim Fish and Marine Exhibition 2019 di Parkir Timur Plaza Surabaya, Jumat (15/11/2019). 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Gunawan Saleh mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya sebagai ajang promosi produk kelautan dan perikanan yang diikuti oleh pelaku usaha besar serta Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, juga untuk buka akses pasar secara maksimal untuk mereka.

"Harapan kami, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis kelautan dan perikanan serta meningkatkan konsumsi makan ikan masyarakat Jatim," seru Gunawan.

Sementara itu, Khofifah mengucapkan terima kasih pada pengusaha bandeng di Sidoarjo dan Gresik yang ikut menyukseskan pemecahan rekor ini. "Kalau ini (ikan, red) terus dikonsumsi, stunting di Jatim bisa dikurangi. Ayo teruskan gemar makan ikan," ujar Khofifah.

Ia mengatakan bahwa Jatim telah berkontribusi besar terhadap produksi perikanan nasional. Saat ini, kinerja sektor perikanan mencapai Rp 5,9 triliun, setara dengan 2,3 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim. Di tahun ini, Khofifah berharap Jatim tidak hanya berusaha meningkatkan konsumsi ikan namun mampu meningkatkan dan memaksimalkan seluruh energi positif yang dipunya, hingga teknologi dan jejaring. "Bahwa di sektor perikanan kita bisa tingkatkan lebih baik," pungkas Khofifah.kbc6

Bagikan artikel ini: