Beda dengan klaim Menko Luhut, Hyundai sebut belum ada keputusan investasi di RI

Minggu, 17 November 2019 | 11:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hyundai Motor Company, produsen otomotif asal Korea Selatan, menegaskan hingga saat ini belum ada rencana pihaknya untuk berinvestasi di Indonesia.

Hal itu mengklarifikasi pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan bahwa Hyundai akan berinvestasi US$1 miliar di Indonesia.

"Belum ada keputusan yang dibuat sejauh ini untuk berinvestasi di kawasan regional, termasuk Indonesia," ujar Head of Global PR Hyundai Motor Company, KS Kim, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, jika Hyundai memutuskan untuk melakukan ekspansi usaha, akan diumumkan lebih lanjut saat sudah diputuskan. "Saat ini Hyundai tengah mengevaluasi kapasitas produksi secara global," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyatakan jika pemerintah Indonesia bakal menandatangani kerjasama investasi Hyundai di Indonesia dalam waktu dekat. Nilai kerjasama pembangunan pabrik mobil listrik tersebut mencapai US$1 miliar dan akan diresmikan dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negeri ginseng pada bulan ini.

"Hyundai, nanti insya Allah Presiden ke Korea Selatan tanggal 24 (November) itu akan ditandatangani US$1 miliar untuk mereka masuk sini," kata Menko Luhut Binsar Panjaitan.

Menko Luhut telah meminta kepada pihak Hyundai agar menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Salah satunya bahan baku mobil listrik, yakni lithium baterai dari Morowali. "Mereka sudah saya minta kalian pakai bahan dari Morowali," ujar dia.

Selain itu, dia pun meminta agar dalam membuat ban untuk mobil listrik, Hyundai menggunakan bahan baku karet yang juga berasal dari Tanah Air. "Kedua, ban mobil, dari awal saya sudah minta mereka pakai karet kita. Sekarang Dunlop sudah. Jadi nanti semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia pakai karet ban karet kita," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: