Diseleksi dari 12.500 proposal bisnis rintisan, kini DSCIX masuki babak final

Minggu, 17 November 2019 | 12:34 WIB ET

KARANGANYAR -  Ajang Diplomat Success Challenge ke-10 tahun 2019 (DSCIX) memasuki babak final, yang digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar,  Jawa Tengah, yang dimulai kemarin. Acara yang digagas oleh Wismilak Foundation ini bakal dihadiri oleh para tokoh yang  akan berbagi pengetahuan dan pengalaman di dunia bisnis.

Acara dibuka oleh Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk Ronald Walla, yang juga Dewan Pimpinan Harian, Ketua Bidang UMKM-IKM DPN APINDO. Acara dilanjutkan dengan Panel Roadmap tentang membawa UMKM-IKM sebagai sektor strategis nasional. Panel ini menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Ronald Walla, Ahmed Tessario (Coworking Indonesia), Maxim Mulyadi (Indonesia Marketing Association), dan Arief Budiman (Entrepreneur Organization-GSEA).

Setelah itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dijadwalkan berbicara tentang “Sinergi Birokrasi Profesional Pengusaha”. Sejumlah mentor rencananya juga akan berbagi pengetahuan dan  pengalamannya, yaitu Michael Tampi dengan tema “Jangan Jadi Pengusaha”, Muhammad Aga tentang  “Cerita Manis Kopi Pahit Indonesia”, Dina Dellyana tentang “Ekonomi Kreatif Dimulai Dari Hobi”, dan Pangeran Siahaan tentang “Pengusaha adalah Brand Ambassador”.

Hari pertama Final Day DSCIX ini akan dimeriahkan oleh grup musik Soloensis dan band lokal.  Sejumlah acara menarik lainnya juga bakal berlangsung pada hari pertama. Acara ini gratis, jika datang  sebelum pukul 12.00 WIB. Bagi yang hadir untuk tidak membawa air mineral dalam kemasan (AMDK).

Sementara itu, hari ini, 17 November 2019, akan berlangsung hari kedua Final Day DSCIX 

di lokasi yang sama. Selain masih dihadiri oleh sejumlah figur ternama, acara ini akan semakin menarik dengan adanya pengumuman pemenang yang akan mendapatkan hibah modal usaha senilai total Rp 2 miliar, serta penampilan grup musik Sheila on 7.

Dewan Juri DSCIX telah memilih 12 peserta yang akan tampil dalam babak final. Mereka adalah Banopolis, SUNKRISPS, Sweet Sundae Ice Cream, Lingkaran, kylafood.com, Hear Me, Cryptoscope, Astrobike, Apel Celup, Beehive Agriculture, Brownies Chip, dan OKE Garden.

Sebelumnya, 12 peserta tersebut telah mengikuti Incubation Session atau fase pembekalan pengetahuan dan pendalaman materi pada akhir Oktober 2019. Mereka terpilih setelah mengikuti rangkaian seleksi, mulai dari Regional Selection hingga National Selection.

Regional Selection pertama diadakan di Surabaya pada 14 September 2019. Kemudian, dilaksanakan  Regional Selection di Yogyakarta pada 17 September 2019, Semarang pada 21 September 2019, Jakarta pada 26 September 2019, dan Bandung pada 1 Oktober 2019.

Setelah itu, 100 proposal terbaik kembali diuji di babak National Selection di Surabaya pada 8 Oktober  2019 dan Jakarta pada 13 Oktober 2019, sebelum akhirnya dipilih sebanyak 12 peserta yang berhak mengikuti Final Day.

Perlu diketahui, ajang DSCIX ini meraih antusiasme tinggi dari para wirausahawan muda nasional sejak dibuka pendaftarannya secara online pada 15 Mei hingga batas waktu penyerahan proposal pada 17 Agustus 2019.

Dewan Komite DSCIX menerima sebanyak 12.500 proposal bisnis rintisan. Dominasi kaum milenial dalam kompetisi kewirausahaan itu begitu kuat, karena sekitar 80% peserta berasal dari rentang umur 20-35 tahun. Sementara itu, daerah asal peserta masih didominasi oleh Pulau Jawa dan Sumatera, di mana porsinya mencapai 90%.

Dari seluruh proposal yang masuk tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam tujuh kategori bisnis, yaitu Agrobisnis, Food & Beverage, Kriya &Fashion, Startup Digital, Teknologi Terapan, Services, dan kategori lain-lain.

Ajang DSCIX yang penyelenggaraannya berkolaborasi dengan Coworking Indonesia sebagai strategic partner ini memberikan edukasi, bimbingan dan pendampingan, serta kesempatan untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan sesama peserta.

Program DSCIX ini dihasratkan untuk mencetak prestasi wirausaha. Ini merupakan salah satu aksi nyata Wismilak Foundation untuk memajukan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Selama ini, sektor UMKM berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap tenaga kerja yang signifikan. kbc9

Bagikan artikel ini: