IPO perusahaan di bursa tahun ini diprediksi bakal yang terbesar

Selasa, 19 November 2019 | 08:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengantongi 38 calon emiten baru yang akan melantai di bursa saham hingga akhir tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan, 38 perusahaan yang telah ada di daftar (pipeline) IPO, sebanyak 34 perseroan diantaranya akan menggunakan laporan keuangan audit Juni.

“Di pipeline ada 38 calon emiten, ada 4 yang menggunakan laporan per Agustus dan September. Sementara 34 menggunakan laporan keuangan per Juni yang siap tercatat tahun ini,” tuturnya di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Sementara itu sampai dengan hari ini, otoritas BEI menyebut sebanyak 46 perusahaan telah mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO).

Yang paling baru ialah PT Dana Brata Luhur Tbk dengan kode saham TEBE melakukan IPO pada Senin (18/11/2019) kemarin. Artinya hingga saat ini sudah ada 659 perusahaan yang tercatat di BEI lewat skema IPO.

Nyoman bercerita, manajemen BEI melakukan proses seleksi (screening) yang ketat terhadap calon emiten baru yang berencana melantai di tahun ini.

Sebab itu, otoritas bursa menurutnya masih merahasiakan sejumlah nama perusahaan yang akan melakukan aksi korporasi IPO di pasar saham.

"Nama-namanya belum dapat saya sampaikan karena mereka lagi dalam proses IPO yang terikat ketentuan untuk menjaga informasi," ujarnya.

Adapun jumlah ini berpotensi untuk melampaui capaian IPO di tahun lalu yakni sebanyak 57 perusahaan tercatat, tertinggi sejak tahun 1992. kbc10

Bagikan artikel ini: