Calon investor bakal mendapat layanan seperti raja

Selasa, 19 November 2019 | 09:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bakal melakukan strategi berbeda terkait pelayanan kepada calon investor baik asing maupun lokal.

Para calon investor akan diberi layanan bak raja, mulai dari jemputan di bandara dengan mobil mewah, jamuan makan hingga diantar sampai ke hotel tempat menginap.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan hal ini untuk memastikan layanan bagi investor benar-benar maksimal, tidak seperti yang selama ini kerap dikeluhkan calon investor. Layanan ini akan mulai diterapkan per 1 Januari 2020 mendatang.

"Saya wacanakan 2020, setiap investasi mau masuk, dari asing maupun dalam negeri kalau benar mau investasi, kita jemput di airport. Kasih karpet merah. Misal dari Sulteng mau ke BKPM pusat, dia telepon dia butuh a b c d, nanti ada satgas internal jemput di airport ditunjukin ke hotelnya," kata dia, di Hotel ShangriLa, Jakarta, Senin (18/11/2019).

"Kita ajak makan, makan gratis, antar gratis, hotel bayar sendiri. Haha. Ini memastikan strategi pelayanan yang selama ini mereka keluhkan," imbuh Bahlil.

Namun, jika ingin memperoleh layanan bak raja tersebut, investor harus memberi kabar terlebih dahulu minimal H-3 sebelum hari kedatangan.

"Pelayanan ini kepada teman-teman baik investor asing maupun dalam negeri yang mau ke Jakarta untuk melakukan koordinasi dengan BKPM cukup kasih tahu saja H-3 atau H-4 nanti kami umumkan secara resmi. Nanti kita jemput di airport, untuk memuaskan mereka, investor ini kan raja sekarang. Kita harus melayani mereka seperti raja," ujar Bahlil.

Hal seperti ini, kata dia, telah diterapkan di Jawa Tengah saat menyambut calon investor yang ingin melakukan relokasi pabrik dari Shandong China ke daerah tersebut.

"Jateng tuh ada 53 perusahaan relokasi dari Shandong. Turun pesawat dijemput, ke Jateng ditemani. Busnya kita bayar. Kita mau pastikan, selama ini dianggap BKPM atau Indonesia gak ramah investasi. Kita ubah itu," ungkapnya.

Sebelumnya, Bahlil mengatakan, saat ini sebanyak 24 perusahaan siap berinvestasi sebesar Rp 708 triliun ke Indonesia. Perusahaan tersebut siap masuk ke berbagai sektor usaha. Namun, investasi tersebut hanya berakhir pada level komitmen. Sebab, hambatan berinvestasi di Indonesia terlalu besar.

“Dengan rumitnya regulasi sektoral, berbelit-belit, membuat banyak investor ini balik badan kembali ke negaranya masing-masing. Dia bertahun-tahun susah dapat selembar surat. Jangankan pengusaha luar, investor dalam negeri pun bisa lari,” ucap Bahlil. kbc10

Bagikan artikel ini: