Kadin Jatim dukung penerapan digitalisasi pelayanan dalam program tol laut

Selasa, 19 November 2019 | 14:51 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menyambut gembira dan mendukung penuh atas rencana pemerintah melakukan Digitalisasi Pelayanan (Dilan) dengan menggunakan aplikasi berbasis digital dalam pelaksanaan program tol laut. Langkah ini dianggap tepat untuk mengatasi problematika yang terjadi selama ini.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan bahwa program tol laut pemerintah Jokowi sebenarnya sangat bagus. Namun sampai saat ini, masih belum bisa berjalan maksimal karena terbentur berbagai persoalan, salah satunya adalah transparansi. Hal ini yang kemudian membuat program tersebut cenderung stagnan dan tidak berdampak positif terhadap penurunan harga barang di wilayah Indonesia bagian Timur. 

Padahal Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, berkomitmen untuk menurunkan biaya logistik yang saat ini mencapai 24 persen dari produk domestik bruto (PDB) menjadi 16 persen sesuai yang diamanatkan di Sistem Logistik Nasional (Sislognas), salah satunya melalui program tol laut. 

 

"Biaya logistik yang tinggi pada umumnya sangat dirasakan di Indonesia Timur.  Hal ini disebabkan diantaranya karena ketidak-seimbangan arus pergi dan balik, kurangnya kesiapan infrastruktur, dan intransparansi informasi logistik," ujar Adik Dwi Putranto di Surabaya, Selasa (19/11/2019).    

 

Beberapa tahun terakhir, ujarnya, pemerintah telah berupaya keras memperbaiki infrastruktur baik darat maupun laut, dan hal ini terbukti dengan meningkatnya LPI (Logistik Performance Indonesia) dari peringkat 73 di tahun 2016 ke peringkat 54 di tahun 2018. 

 

"Namun untuk memastikan bahwa momentum ini terus berlanjut, kita tidak dapat mengharapkan dari perbaikan infrastruktur semata, namun juga perlu perbaikan di sektor peningkatan arus balik, peningkatan kompetensi, dan transparansi informasi logistik, Sejalan dengan arah Sislognas, maka penerapan Dilan dengan memanfaatkan teknologi informasi sangat tepat dilakukan," tambah Adik yang saat ini menjadi calon kuat Ketua Umum Kadin Jatim.

Apalagi Indonesia Timur, selain menyimpan begitu banyak potensi daerah atas sumber daya alam yang berlimpah, sekarang telah semakin menarik dengan banyaknya investasi yang dilakukan baik oleh pengusaha dalam dan luar negri. Hal ini terbukti dengan semakin meningkatnya permintaan barang menuju daerah tersebut yang semakin beragam.   

 

"Harapan saya para pengusaha nantinya bisa memanfaatkan potensi bisnis yang semakin besar di Indonesia timur, dan mulai beralih untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam upaya menuju sistem logistik yang efisien," tandasnya.

 

Pada kesempatan yang berbeda,  Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt Wisnu Handoko menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan dilakukan untuk mempermudah proses pemesanan kontainer secara transparan dan dapat membagi muatan secara fair kepada shipper yang ada di daerah Terpencil, Tertinggal, Terluar, dan Perbatasan (3TP).

"Platform digital ini diharapkan memberikan peluang yang lebih mudah karena masyarakat Indonesia yang sudah mulai terbiasa menggunakan aplikasi seperti Gojek untuk berbagai pemesanan transportasi," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt Wisnu Handoko usai memimpin Rapat Evaluasi Kuota Muatan dan Disparitas Harga Barang di Kantor PT Pelni Surabaya beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam menjangkau transportasi laut yang luas dan tersebar di Indonesia, khususnya yang melayani wilayah timur Indonesia, mengakibatkan perbedaan harga barang yang cukup signifikan di daerah 3TP. Berkaitan dengan hal tersebut, keberadaan pelayaran Tol Laut dalam memberikan pelayanan untuk pemenuhan bahan pokok dan penting pada daerah-daerah 3TP mempunyai peran besar terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Namun, dalam perjalanannya, terdapat permasalahan dalam penyelenggaraan program tol laut, salah satunya dugaan praktik monopoli. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengungkapkan bahwa ada lima) penyebab terjadinya dugaan praktik monopoli penyelenggaraan tol laut.

"Oleh sebab itu, kami menjajaki kerjasama dengan Gojek untuk menghentikan monopoli yang terjadi di penyelenggaraan tol laut agar manfaat subsidi yang digelontorkan Pemerintah ini tepat sasaran dan mampu menurunkan disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur," tegas Capt. Wisnu. kbc9

Bagikan artikel ini: