Wanita tangguh itu kini jadi tulang punggung keluarga

Selasa, 19 November 2019 | 20:53 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kepala keluarga atau suami dan ayah sejatinya dibebani kewajiban untuk bertanggung jawab terhadap keluarga. Namun ada hal lain yang memungkinkan bagi sang istri atau ibu dalam sebuah keluarga mengambil alih tanggung jawab itu.

Hal ini pula yang kini menimpa Elvira Damayanti M. Noer. Ibu satu orang anak ini rela banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Perempuan 49 tahun yang akrab disapa Vira ini sebelumnya adalah seorang ibu rumah tangga biasa, hingga saat suaminya terkena stroke dua tahun lalu, tanggung jawab mencari nafkah beralih padanya.

Kini Vira tidak hanya ibu rumah tangga biasa, tetapi juga merangkap sebagai kepala rumah tangga. Vira menjadi satu-satunya orang yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, suami, anak, dan ibunya.

“Saya anak sulung dari tiga bersaudara. Sejak ayah saya meninggal, ibu saya ikut tinggal bersama saya dan menjadi tanggung jawab saya. Saya harus bisa mencari pekerjaan yang bisa menghidupi kami semua. Apalagi di usia saya saat ini tentu bukan hal mudah untuk mendapatkan pekerjaan,” jelasnya. 

Sampai pada suatu ketika adik laki-laki Vira yang bekerja sebagai mitra pengemudi GrabCar mengajaknya untuk mengikuti jejaknya. Hal ini ternyata bukan tanpa alasan. Vira mengaku memang mahir menyetir mobil.

“Saya kemudian berpikir, kenapa tidak dari nyetir ini untuk mencari nafkah. Saya melihat adik saya menggantungkan hidupnya dari penghasilan nge-Grab. Akhirnya saya coba dan alhamdulillah bisa bergabung menjadi mitra. Setelah bergabung ternyata kok menyenangkan. Penghasilannya juga alhamdulillah, bisa untuk asap dapur juga,” bebernya.  

Awal mulai bekerja menjadi mitra GrabCar memang tidak mudah. Vira mengaku butuh waktu untuk melakukan penyesuaian. Hal ini dikarenakan, selain bertugas mencari nafkah, Vira tetaplah seorang istri, ibu dan anak yang harus mengurus segala macam kebutuhan suami yang sedang sakit hingga keperluan anak dan ibunya.

Untuk bisa tetap melakoni perannya yang ganda, Vira membuat jadwal rutin untuk bekerja sebagai mitra GrabCar, karena Vira tidak mengenal hari libur. Vira turun ke jalan setiap hari satu minggu full. Apalagi menurutnya, saat weekend merupakan momen keberuntungan karena saat itu orderan GrabCar membanjir.

“Jadi saya konsen ke weekend. Tapi kalau Senin sampai Kamis saya sambi dengan kegiatan lain. Kebetulan suami juga masih terus terapi dua kali seminggu di rumah sakit. Di sela waktu itu saya bisa mengantar suami terapi dan kontrol,” ujarnya.

Setiap hari, biasanya usai Subuh hingga jam 6 petang, namun saat siang hari dia harus menyempatkan diri pulang ke rumah. Menurut Vira, menjadi mitra GrabCar adalah pilihan terbaik. Pasalnya, ia bisa bekerja dengan nyaman. “Enaknya juga bisa sefleksibel ini ya, karena aplikasinya bisa di on maupun off sewaktu-waktu,” tuturnya.

Namun demikian, Vira mengaku sangat menikmati pekerjaan ini. Dalam sehari, biasanya Vira bisa menyelesaikan 11 hingga 18 trip. Vira juga aktif mengikuti grup Whatsapp Ladies Grab, yakni komunitas mitra Grab perempuan yang membuatnya semakin termotivasi. 

Dalam menjalankan tugasnya, apalagi bekerja di bidang jasa, Vira mengaku senang bisa membantu orang. Vira selalu menomorsatukan keamanan bagi penumpangnya. “Safety harus di nomor satu. Apalagi berkaitan dengan nyawa, harus selamat saat menjemput dan mengantar sampai tujuan,” ujarnya. 

Saking menikmatinya, Vira mengaku belum berpikiran untuk bekerja di bidang lain maupun membuka usaha sendiri. “Saya pikir saya dengan Grab bisa kok maju bareng. Apalagi di usia saya ini mainnya passion dan saya juga sudah nyaman. Saya yakin Grab juga bisa membuat saya lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.

 “Alhamdulillah, dari Grab penghasilan saya minimal Rp350.000 dalam sehari bisa tercapai,” imbuhnya. 

Vira pun berharap, suatu saat Grab bisa menyediakan permintaan khusus untuk driver perempuan. Menurutnya, berdasarkan pengalaman selama ini membawa penumpang, penumpang perempuan akan merasa lebih nyaman, enjoy, dan safety dengan sesama perempuan. 

Soal keamanan, Vira mengaku tidak khawatir. “Selain pelatihan berkendara aman dan bela diri dasar, Grab juga punya teknologi keamanan yang luar biasa. Sekarang ada fitur “Pusat Keselamatan” untuk mitra pengemudi dan pengguna. Di situ ada berbagai macam fitur seperti bagikan lokasi perjalanan, tombol darurat dan layanan bantuan. Selain itu ada juga fitur Free Call, jadi nomor telepon pribadi penumpang dan pengemudi tidak akan bisa dilihat. 

Cerita Vira di atas merupakan salah satu gambaran bahwa Grab mampu berkontribusi terhadap ekonomi nasional. Khusus di kota Surabaya, data menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp 9 triliun pada tahun 2018. Kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabFood sejumlah Rp 4,22 triliun, diikuti GrabBike sebesar Rp 3,51 triliun, GrabCar senilai Rp 1.17 triliun, GrabKios individual dan toko sebesar Rp 50 miliar.

Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 38% mitra pengemudi GrabBike dan agen individual GrabKios, serta 33% mitra pengemudi GrabCar yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan.  kbc7

Bagikan artikel ini: