Bangun pabrik mobil listrik di Indonesia, Hyundai rogoh US$1 miliar

Kamis, 21 November 2019 | 08:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan otomotif asal Korea, Hyundai Motor Company dipastikan akan menginvestasikan dana sebesar US$1 miliar di Indonesia. Untuk tahap pertama perusahaan asal Korea Selatan itu bakal menyuntikan dana sebesar US750 juta.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di kantornya, Jakarta, Rabu (20/11/2019). "Investasinya bertahap, totalnya bisa segitu. Awalnya US$750 juta terus ada tambahan, bertahap," katanya.

Airlangga mengatakan pembangunan pabrik untuk mobil listrik oleh Hyundai akan memakan waktu paling tidak sampai tiga tahun. Oleh karenanya, investasi perusahaan asal Korea Selatan itu akan dilakukan secara bertahap.

"Kalau bangun pabrik itu kan tiga tahun, dua sampai tiga tahun, mulai tahun depan. Khusus mobil combine engine," jelas dia.

Sebelumnya, Hyundai Motor Company, produsen otomotif asal Korea Selatan, menyatakan bahwa sejauh ini belum ada rencana pihaknya untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini mengklarifikasi pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan bahwa Hyundai akan berinvestasi US$1 miliar di Indonesia.

"Belum ada keputusan yang dibuat sejauh ini untuk berinvestasi di kawasan regional, termasuk Indonesia," ujar Head of Global PR Hyundai Motor Company, KS Kim, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, jika Hyundai memutuskan untuk melakukan ekspansi usaha, akan diumumkan lebih lanjut saat sudah diputuskan. "Saat ini Hyundai tengah mengevaluasi kapasitas produksi secara global," tuturnya.

Sebelumnya, Indonesia bakal menandatangani kerjasama investasi Hyundai di Indonesia dalam waktu dekat. Nilai kerjasama pembangunan pabrik mobil listrik tersebut mencapai US$1 miliar dan akan diresmikan dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negeri ginseng pada bulan ini.

"Hyundai, nanti insya Allah Presiden ke Korea Selatan tanggal 24 (November) itu akan ditandatangani US$1 miliar untuk mereka masuk sini," kata Menko Luhut Binsar Panjaitan di Gedung DPR RI, Jakarta.

Menko Luhut telah meminta kepada pihak Hyundai agar menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Salah satunya bahan baku mobil listrik, yakni lithium baterai dari Morowali. "Mereka sudah saya minta kalian pakai bahan dari Morowali," ujar dia.

Selain itu, dia pun meminta agar dalam membuat ban untuk mobil listrik, Hyundai menggunakan bahan baku karet yang juga berasal dari Tanah Air. "Kedua, ban mobil, dari awal saya sudah minta mereka pakai karet kita. Sekarang Dunlop sudah. Jadi nanti semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia pakai karet ban karet kita," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: