Diprediksi masih lesu, ini srategi bankir dorong kinerja kredit di tahun depan

Kamis, 21 November 2019 | 08:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lemahnya kinerja sektor riil dan cukup ketatnya likuiditas perbankan, selain juga melemahnya daya beli berimbas pada lesunya kinerja kredit perbankan. Kondisi ini diprediksi masih akan berlangsung di tahun depan.

Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Dian Ayu Yustina mengatakan, pertumbuhan kredit tahun ini akan berada di kisaran 8,3 persen, sedangkan tahun depan tidak akan jauh berbeda di kisaran 7,7 persen.

"Pertumbuhan kredit ini mengikuti pertumbuhan ekonomi. Kita melihat masih banyak tantangan global dan isu likuiditas yang menantang," katanya dalam konferensi pers Indonesian Summit 2020, Rabu (20/11/2019).

Dia bilang, beberapa negara telah menunjukkan tanda-tanda resesi yang nantinya berdampak pada perdagangan internasional.

Hal ini tentunya akan berdampak pada kinerja dan optimisme pelaku industri dalam negeri, sehingga mempengaruhi permintaan kreditnya.

Dari sisi intermeditor, Dian menyebutkan posisi yang saat ini berada pada 93 persen masih tergolong sangat ketat. Pada akhir tahun ini dan tahun depan, menurutnya, likuiditas juga belum akan menunjukkan pelonggaran dan bergerak di atas 95 persen.

"Kalau likuiditas ini ketat, maka akan sedikit sekali ruang yang dapat digunakan pelaku industri perbankan untuk ekspansi," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur Bank Danamon Yasushi Itagaki menyampaikan bahwa perseroan mendengar banyak kekhawatiran dari para debitur.

"Kami melihat banyak kewaspadaan dari para debitur. Banyak ketidak pastian dalam ekspansi tahun depan," ucapnya.

Hanya saja, kata Yasushi, perseroan akan tetap memotivasi para debitur untuk terus menjaga kinerja dan penyerapan kreditnya. Pihaknya juga terus mempererat hubungan dengan debitur agar menciptakan hubungan usaha yang baik antara debitur.

"Kami akan membuat sebuah skema supply chain financing, sehingga kami dapat membuat sebuah ekosistem yang positif untuk meningkatkan kinerja fungsi intermediasi," katanya.

Jika diperlukan, Yasushi menyampaikan, bakal terus mempertimbangkan penurunan suku bunga kredit guna mendukung daya saing debitur-debbiturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Executive Officer Country Head Of Indonesia MUFG Bank, Ltd. Daisuke Ejima menyampaikan perseroan juga masih akan terus mengajak pelaku-pelaku usaha dari negara asalnya yakni Jepang ke Tanah Air.

"Tantangan itu ada, tetapi kami juga kan coba terus menggarap potensi investasi yang nantinya akan meningkatkan kinerja kami. Kami akan tetap fokus pada segmen korporasi," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: