KPPU kecewa putusan hakim soal Carrefour

Rabu, 17 Februari 2010 | 16:49 WIB ET
(dok. kabarbisnis.com)
(dok. kabarbisnis.com)

Kaji untuk ajukan kasasi

SURABAYA, kabarbisnis.com: Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan tidak puas dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang membatalkan seluruh putusan KPPU terhadap kasus monopoli Carrefour.

Direktur Komunikasi KPPU A. Junaedi menegaskan, sejauh ini KPPU masih yakin bahwa perusahaan asal Perancis itu telah melakukan praktik monopol. Putusan hakim masih menjadi tanda tanya bagi pihak KPPU.

Untuk itu, KPPU akan melakukan kajian lebih mendalam dan detail tentang alasan atau argumentasi hakim tersebut. "KPPU akan pelajari lebih dulu putusan tersebut lebih detail soal argmentasi hukum yang menjadi dasar pengambilan putusan tersebut," kata Junaedi ketika dihubungi kabarbisnis.com, Rabu (17/2/10).

Junaedi mengatakan, putusan PN Jaksel tersebut telah mengecewakan banyak pihak, khususnya pihak pelapor.

"Banyak yang merasa kecewa dengan putusan tersebut. Namun, masih ada langkah hukum selanjutnya sesuai dengan pasal 45, yaitu dengan melakukan upaya kasasi. Kami akan segera membahas, apakah nantinya akan menempuh langkah kasasi atau tidak," ujarnya.

Seperti diberitakan kabarbisnis.com, PN Jaksel telah membatalkan seluruh putusan KPP No 09/KPPU-L/2009 tanggal 3 November 2009. Hakim mengatakan Carrefour tidak terbukti telah melakukan praktek monopoli dan melanggar pasal 17 serta pasal 25 UU No 5 tahun 1999 seperti yang telah dituduhkan.

Sehingga, perusahaan yang telah mengakuisisi PT Alfa Retailindo Tbk tersebut bebas dari divestasi dan denda yang telah ditetapkan sebesar Rp25 miliar. Dengan putusan tersebut, Carrefour juga tidak harus melepas seluruh sahamnya di PT Alfa Retailindo Tbk kepada pihak yang tidak terafiliasi dengan Carrefour seperti yang diputuskan oleh KPPU. kbc6

Bagikan artikel ini: