Penguatan kelembagaan peternak gurem peroleh komitmen pendanaan US$ 100 juta

Kamis, 28 November 2019 | 21:41 WIB ET

JAKARTA - Konsorsium yang melibatkan swasta, lembaga pembiayaan, pemerintah daerah dan akademisi berkomitmen mendukung penguatan kelembagaan peternak sapi gurem yang berjumlah 4,2 juta orang.  Adapun penguatan kelembagaan ini mengadopsi program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) besutan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB).

Darrenn S.D Soetantyo, Komisaris Utama PT Surya Jaya Abadi Perkasa–produsen agrobisnis pengolahan pangan berdomisili di Probolinggo, Jawa Timur, mengatakan, pihaknya merangkul Infrabanx, lembaga pembiayaan dan investasi asal Kanada. Infrabanx berkomitmen mendanai program kelembagaan peternak skala kecil sebesar US$ 100 juta dolar atau Rp 1,2 triliun (setara kurs 1 US$ = Rp 14.000) dalam waktu sepuluh tahun.

Menurutnya pemberian pinjaman lunak ini bukan diberikan dalam bentuk nominal uang. Namun melalui pendampingan baik akademisi maupun peternak. Bantuan juga mencakup fasilitas prasarana dan sarana,pemberian pakan ternak, asuransi dan transfer teknologi budidaya ternak sapi.

“Bukan sekedar nilai. Infrabanx tertarik dengan program SPR karena lebih banyak program kerakyataan. Intinya seperti pinjaman lunak.Bukan semata mata uang tapi didukung dengan technical assistance baik dari IPB maupun Kanada yang memiiki teknologi perternakan sehingga usaha peternakan dapat lebih efisien,” ujar Darren kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Darren mengatakan dukungan pembiayaan kelembagaan dalam wadah SPR  harus mencakup seluruh ekosistem usaha agrobisnis peternakan dari hulu hingga hilir.Prinsipnya, SPR harus didorong menjadi unit bisnis yang mandiri dan profesional.

Pada kesempatan itu, para stakeholder menandatangani kesepakatan kerja sama. Pertama, kerjasama antara Infrabanx  dengan PT Surya Agro Pratama (SAP) untuk pendaanaan dan dukungan teknis investasi perternakan. Kedua kerjasama antara PT SAP dengan LPPM IPB untuk program Train of Trainers atas kosep SPR ke perguruan tinggi lainnya. Adapun ketiga , kerjasama PT SAP dan kabupaten Blora untuk mengimplemenasikan kemitraan dengan SPR.

Dirut PT SAP Bernadi Rahaju mengatakan keberlanjutan usaha peternakan nasional sejatinya harus didahului dengan penguatan kelembagaan peternak rakyat yang mencapai 98% dari total populasi peternak.Dengan rerata kepemilikan hanya 2-3 ekor sapi sangat sulit diharapkan apabila pemerintah sendiri bertekad mengurangi porsi impor daging sapi.

Karenanya, struktur kemitraan antara semua pemangku kepentingan harus memiliki komitmen mengedepankan kesejahteraan peternak. “Pola kemitraan itu dalam bingkai rantai produksi sapi potong menjadi suistainable,” terangnya.

Atas hal tersebut, membagun struktur kemitraan supply chain berbasis usaha bisnis peternak rakyat ini bukan waktu yang sebentar. Infrabanx pun memahami dengan mendukung pembiayaan program selama sepuluh tahun ke depan.

”Mengubah mindset peternak dari awalnya menabung menjadi bisnis itu butuh waktu,” terangnya.

Berkaitan dengan pola kemitraan,  Darren menjelaskan Kabupaten Blora merupakan kabupaten salah satu lumbung produsen sapi nasional, terutama di Jawa Tengah. Tahun 2019, populasi sapi Blora mencapai 239.000 ekor.Mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu sebesar 231.000 ekor sapi.

Selain itu Pemda Blora mendukung penuh upaya membentuk rangkaian struktur supply chain sapi potong .Selain itu, eksistensi SPR di Blora terbukti masih berjalan sehingga pelibatan akademisi dari IPB untuk mendampingi peternak .

”Jangka pendek kita akan terlibat dalam bisnis sapi potong penggemukan.Kita harapkan membentuk 100 ekor sapi per satu SPR (kecamatan red). Namun ke depan kita juga akan terlibat dalam bisnis pembibitan.Rencananya, ahli dari Austria siap membantu dan bekerjasama dengan SPR di Kediri,” ujar dia.

Master Agent Infrabanx Sebastian Subba menyatakan dukungannya terhadap pembentukan konsorsium itu. Infrabanx, menurut dia, akan memberikan solusi teknis dan finansial dengan jaringan yang ada di Kanada.

Bahkan, Infrabanx dapat memberikan tenor pelunasan hutang yang lebih lama jika dibutuhkan melalui mitigasi resiko (asurani)."Ini sejalan dengan visi dan misi Infrabanx Corporation yakni menginisiasi, memobilisasi, dan memberdayakan negara-negara berkembang," kata Subba.

Prof Muladno,Guru Besar Fakultas Peternakan IPB  mengatakan SPR sudah berdiri di 39 kecamatan yang tersebar di 22 kabupaten. Dari jumlah tersebut 11 diantaranya sudah dapat mengembangkan unit bisnis komersial berbasis koperasi.

Muladno menekankan inti pendekatan SPR ini adalah mendampingi dan mendidik peternak skala kecil dapat berkonsolidasi sehingga merubah orientasi dari sebatas memelihara  ternak menjadi bisnis. Pendampingan perguruan tinggi kepada peternak mencakup dari manajemen kandang, penerapan teknologi peternakan hingga kesehatan ternak selama empat tahun.

”Kita berharap metode yang diperkenalkan IPB juga dapat diikuti semua perguruan tinggi se Indonesia yang memiliki fakultas peternakan,” harapnya. kbc11

Bagikan artikel ini: