Selamat! Totok Lusida tepilih jadi Ketua Umum REI 2019-2022

Jum'at, 29 November 2019 | 09:02 WIB ET
Paulus Totok Lusida
Paulus Totok Lusida

JAKARTA, kabarbisnis.com: Paulus Totok Lusida dan Amran Nukman akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) periode 2019-2022 dalam Musyawarah Nasional DPP REI ke-16 di Hotel Intercontinental, Pondok Indah, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Totok menggantikan Solaeman Soemawinata. Pada kepengurusan sebelumnya, Totok menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP REI.

Pasangan Totok-Amran memeroleh 64,4% suara mengungguli rivalnya, Joko Suranto, yang hanya mendapat suara 34,6%. Dalam pemilihan yang berlangsung siang hingga sore hari tersebut, dari total 208 suara perutusan daerah yang masuk, sebanyak 134 memilih Totok Lusida, 72 suara memilih Joko Suranto, sementara dua suara dinyatakan tidak sah.

“Selisih perolehan angka yang sangat besar ini dalam pemilihan ketua umum ini baru pertama kali terjadi. Fakta ini sekaligus membuktikan bahwa Totok diterima anggota karena selama menjadi Sekjen (Sekretaris Jendral DPP REI periode 2016-2019) mereka merasa dilayani,” kata Hari Gani, Wakil Ketua Umum Bidang Tata Ruang dan Properti Ramah Lingkungan DPP REI 2016-2019.

Dalam visi misinya, pengembang asal Jawa Timur ini berjanji akan mewakafkan dirinya untuk kemajuan REI dan seluruh anggotanya selama tiga tahun ke depan. Dia juga berjanji akan mendorong pemerintah merealisasikan program-program perumahan yang lebih rasional dan mengena langsung ke konsumen dan developer.

“Yang mendesak, tentunya adalah menyediakan program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), karena dana yang tersedia untuk 2020 tersisa sekitar Rp 9 triliun. Itu kan hanya cukup untuk membiayai sekitar 90 ribu unit rumah MBR,” ujar Totok.

Dia mengakui backlog perumahan tetap menjadi fokus REI yang terus diupayakan untuk bisa ditekan. Menurutnya, untuk menekan backlog, dirinya mengusulkan pemangkasan regulasi yang menghambat. “Intinya, peraturan yang tidak kita akan diskusi mana-mana regulasi yang menghambat sehingga bisa diperbaki sehingga program penyediaan rumah bisa semakin mudah diwujudkan,” ucap Totok.

Pemilik perusahaan pengembang PT Mitra Gemilang Makmur ini juga akan mengusulkan optimalisasi pemberian bunga subsidi bagi pembeli rumah lewat KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Menurutnya, selama ini rumah KPR, subsidinya diberikan dalam jangka waktu 20 tahun. “Padahal, 85 persen pembeli rumah subsidi mampu melunasi pinjaman dalam jangka 10 tahun,” kata mantan Ketua DPD REI Jawa Timur ini.

Terkait itu, Totok akan mengusulkan pemberikan subsidi KPR untuk pembelian rumah bisa diperpendek menjadi tujuh tahun. “Dengan begitu, akan semakin banyak rumah yang bisa dibiayai lewat dengan subsidi bunga KPR sehingga bisa semakin mengurangi backlog perumahan,” pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: