Tokoh agama nilai aksi demo driver online dengan sholat jenazah tidak tepat

Jum'at, 29 November 2019 | 09:57 WIB ET

MOJOKERTO, kabarbisnis.com: Kalangan tokoh agama di Jawa Timur menilai aksi demonstrasi yang dilakukan Driver Online Mojokerto (DOM) dengan melakukan sholat jenazah di halaman terminal Kertajaya Mojokerto tidaklah tepat.

Dalam aksi tersebut para mitra GoCar mengemukakan keberatannya atas pemotongan insentif yang dirasa terlalu besar. Oleh sebab itu, digelar prosesi sholat jenazah yang menjadi simbol kekecewaan.

Menurut KH Zahrul Azhar Asaad, prosesi sholat jenazah dianggap tidak tepat dalam konteks sebagai simbol dalam sebuah aksi yang tidak berada dalam ranah agama.

Gus Hans, sapaan akrab Zahrul Azhar Asaad mengingatkan, jika tindakan itu bukanlah ekspresi yang perlu dilakukan.

“Menyampaikan ekspresi kekecewaan itu sah-sah saja, tetapi tidak harus membawa ranah hal yang sifatnya ibadah. Toh itu kan permasalah perselisihan paham yang belum tentu total benar dan atau total salah,” katanya, Jumat (29/11/2019).

Ditambahkannya, jika bentuk penyampaian gagasan dapat disampaikan dengan cara lain. “Sampaikan saja melalui demonstrasi yang lebih universal dan rasional sehingga tidak perlu membawa ranah agama," tukasnya.

Menurut Gus Hans, masyarakat perlu memperhatikan setiap tindakan yang membawa unsur agama. Karena menjadikan agama sebagai candaan adalah kebiasaan orang orang yang tidak beradab. kbc7

Bagikan artikel ini: