Kadin Institute jalin kerja sama dengan Universitas Narotama

Jum'at, 29 November 2019 | 20:55 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kadin Institute melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya. Penandatanganan MoU dan MoA dilaksanakan pada Jumat siang, 29 November 2019 di KADIN Institute, Jalan Bukit Darmo Raya No.1 Pradah, Jl. Raya Graha Famili Utara, Surabaya. 

"MoU dan MoA Kadin Institute dengan Universitas Narotama Surabaya ini melanjutkan MoU sebelumnya dengan IAIN Madura. Setelah itu, dipersiapkan MoU antara Kadin Institute dengan Unair, Untag 45 Surabaya, ITS, dan beberapa kampus lainnya," ujar Dr Ir Jamhadi, MBA, Direktur KADIN Institute dibawah kepemimpinan Ketua Umum Kadin Jatim, Ir H La Nyalla Mahmud Mattalitti. 

MoU dan MoA ini ditandatangani oleh Jamhadi dan Rektor Universitas Narotama (UNNAR), Assoc. Prof. Dr. Arasy Alimudin, SE, MM, disaksikan oleh sejumlah Dekan UNNAR dan perwakilan dari BNI serta ketua paguyuban transportasi online. 

"Kenapa MoU dan MoA dengan Universitas Narotama Surabaya, karena Universitas Narotama memiliki capaian-capaian yang cocok dengan Kadin Institute, diantaranya punya 16 skema LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) melengkapi LSP yang sudah ada di Kadin Jatim," lanjut Jamhadi, yang juga Tim Ahli KADIN Jatim sekaligus Ketua Umum IKBA Untag 45 Surabaya. 

Jamhadi menegaskan, MoU dan MoA ini bukan dilakukan sekadar seremonial belaka, namun ada tindaklanjut yang harus direalisasikan antar kedua lembaga tersebut. 

"SDM unggul di berbagai bidang usaha bisa tercipta dengan baik dari hasil kerjasama ini. Salah satu program Kadin Institute ialah advance preneur research center, dengan penerapannya bersama Universitas Narotama bisa membuat direktori riset. Riset dari dosen atau mahasiswa yang terpilih akan dipertemukan dengan dunia usaha untuk dijadikan R&D (research & development) perusahaan sehingga lebih kompetitif," jelas Jamhadi, yang maju dalam pencalonan sebagai Ketua Umum KADIN Jatim. 

Dijelaskan Jamhadi, dengan advance preneur research Center (APRC), perisetnya dapat manfaat berupa nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan seumur hidup. Dan hasil dari itu juga bisa dikontribusikan kepada semua pihak, diantaranya Kadin Institute dan lembaga yang menaungi peneliti tersebut. 

"Hasil diproduksi menjadi prototype. Misalnya konsentrasi untuk menggantikan produk IT yang impor. Biaya prototype diupayakan oleh Kadin Institute dengan lembaganya. Setelah prototype dibuat dan punya hak paten, maka produk tersebut bisa diproduksi secara massal oleh perusahaan mitra," jelas Jamhadi, Dewan Pembina ISMI Jatim. 

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Narotama (UNNAR) Assoc. Prof. Dr. Arasy Alimudin, SE, MM, menyambut baik MoU dan MoA ini. 

"Tidak hanya sekedar MoU, kita sepakat dengan MoA dengan KADIN Institute. Keunggulan UNNAR ialah jurusan hukum, tapi kaitan dengan Kadin Institute bisa seluruh bidang," ujar Prof Arasy. 

UNNER, lanjut Prof Arasy, tidak hanya riset atau publikasi, tapi sudah mengarah ke hak cipta dan banyak berkecimpung di bidang IT. Termasuk juga jurusan Teknik Sipil khususnya jembatan atau jalan.

"Terkait dengan Teknik Sipil untuk jembatan, kami juara nasional 2 tahun berturut-turut. Kami juga jadi Universitas yang jadi kantor cabang UOB Bank. Kita juga jadi pusat pelatihan asosiasi batik. Kaitan di bidang sektor keuangan, tidak hanya bidang sektor keuangan tapi juga produk," jelas Prof Arasy, yang didampingi. Kaprodi Manajemen dan Akuntansi. 

Pada kesempatan ini, MoU dan MoA tentang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dilakukan tidak hanya antara KADIN Institute dengan Universitas Narotama secara umum, tapi juga dengan Fakultas Ilmu Komputer yang ditandatangani oleh Aryo Nugroho, S.T,S.Kom.,M.T. Juga dengan Natalia Damastuti, S.T., M.T. selaku Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Narotama Surabaya.kbc6

Bagikan artikel ini: