Genjot daya saing UKM, Paguyuban SRC dorong peran toko kelontong

Senin, 2 Desember 2019 | 09:34 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC) terus mendorong peran pelaku usaha kecil menengah (UKM) termasuk pemilik toko kelontong. Upaya ini diwujudkan dengan menggelar Festival SRC Indonesia 2019 di Parkir Timur Delta Plaza, Kota Surabaya.

Festival ini merupakan bagian dari rangkaian acara sejenis yang berlangsung di 13 kota seluruh Indonesia pada rentang waktu 17 November - 8 Desember 2019. Kegiatan ini untuk meningkatkan daya saing UKM sektor retail sekaligus memperkenalkan ekosistem SRC kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan mengatakan,

Pemerintah Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengajak SRC menjadi relawan Garda Indag yang membantu memonitor harga dan ketersediaan bahan pokok makanan, terutama menjelang akhir tahun.

"Kami juga mengajak SRC untuk melakukan kegiatan sosial Jumat Berkah, yakni gerakan produk murah yang digelar di tiap-tiap tempat ibadah di hari Jumat,” ujar Drajat, dalam sambutannya melalui keterangan tertulis, Senin (2/12/2019).

Dikatakannya, kolaborasi SRC dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur merupakan perwujudan sinergi dengan Nawa Bhakti Satya, sembilan pokok program Pemrov menuju Jatim Sejahtera. Selain Garda Indag dan Jumat Berkah, kolaborasi ini juga dituangkan melalui pendampingan UKM Sreseh yang akan bekerja sama dengan SRC di Pamekasan untuk jaringan pemasaran melalui Pojok Lokal, yang merupakan wadah khusus untuk memasarkan produk UKM di toko-toko yang tergabung dalam jaringan SRC. Tujuannya adalah membantu pelaku UKM dari segala lapisan masyarakat agar dapat mengambil peran dalam mewujudkan perekonomian yang lebih baik.

Selain bersinergi dengan Pemprov Jawa Timur, Festival ini juga mengajak masyarakat untuk mendukung pertumbuhan UKM lewat gerakan #BerbelanjaDekatRumah (BERKAH). Gerakan ini merupakan seruan kepada masyarakat untuk memilih berbelanja di toko kelontong di sekitar tempat tinggal mereka. Selain itu, gerakan ini juga merupakan upaya pelestarian tradisi, mengingat berbelanja di toko kelontong sarat akan nilai sosial dan ekonomi Indonesia sejak dulu.

Perwakilan Paguyuban SRC Jawa Timur, Sri Utari mengatakan, inisiatif ini datang dari paguyuban SRC sebagai semangat untuk menciptakan perubahan dari hal-hal kecil di lingkungan sekitar. “Dengan hadirnya SRC untuk masyarakat, peluang baru bagi UKM di lingkungan sekitar dapat diwujudkan bersama-sama,” ujar Sri Utari. 

SRC merupakan jaringan toko kelontong masa kini binaan Sampoerna yang secara konsisten telah berjalan selama 11 tahun. Pada awal terbentuk di tahun 2008, SRC beranggotakan 57 toko kelontong di Medan dan saat ini sudah lebih dari 120.000 toko yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia bergabung, dan di Jawa Timur tercatat lebih dari 13.000 SRC.

Head of Zone Jawa Timur, Melinda Siauw menyatakan bahwa melalui SRC, Sampoerna memberikan dukungan non-moneter berupa pelatihan manajemen toko, pengembangan bisnis, infrastruktur berbasis digital, hingga perluasan jaringan sosial melalui komunitas paguyuban. 

“Program pembinaan UKM terintegrasi yang kami jalankan melalui SRC bertujuan untuk meningkatkan daya saing toko kelontong dengan menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada pemilik toko kelontong sebagai pelaku UKM, melalui dukungan secara berkelanjutan mulai dari pemberdayaan hingga pembangunan kapabilitas UKM,” kata Melinda. 

Sebagai nilai tambah bagi konsumen dan juga anggotanya, SRC telah menerapkan sejumlah inovasi guna meningkatkan daya saing di era yang dinamis ini. Pada awal tahun 2019, SRC meluncurkan aplikasi ponsel “AYO SRC” sebagai terobosan inovatif dalam memperkuat ekosistem bisnis toko kelontong. Aplikasi ini menghubungkan seluruh anggota SRC dengan mitra penyalur dan konsumen sehingga menjadikan proses pengelolaan toko menjadi lebih efisien dan efektif. 

"Kami berharap agar SRC maupun UKM lokal lainnya di Jawa Timur semakin dekat dengan masyarakat. Ke depannya, Sampoerna ingin merangkul lebih banyak lagi pemangku kepentingan agar cakupan manfaat dari program pemberdayaan yang kami inisiasi bisa merata di seluruh Indonesia,” pungkas Melinda. kbc7

Bagikan artikel ini: